Skip to content

Burung-madu Hitam

November 23, 2011

Burung-madu Hitam jantan, P. Buton, Sulawesi Tenggara © Tom Martin

Black Sunbirds
Leptocoma sericea (Lesson, 1827), Sinonim: Nectarinia aspasia

Deskripsi
Berukuran kecil (11 cm). Jantan: mungil, berwarna hitam, dengan kilauan warni-warni biru dan ungu. Paruh ramping melengkung ke bawah. Betina : kepala abu-abu, tenggorokan lebih pucat, punggung dan sayap zaitun, perut kuning pucat.

Suara
Mendesis bernada tinggi, lemah; juga rangkaian nada-nada tinggi yang identik, bersambungan cepat disertai dengan getaran lambat nada yang lebih rendah; dan rangkaian nada yang naik turun cepat antara dua nada. Beberapa suaranya mirip dengan Isap-madu kalung-coklat, lainnya mirip Cabai Papua.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=68823&simple=0

Penyebaran dan Ras
Tersebar di kepulauan-kepulauan kecil dari Sulawesi, Maluku, Papua sampai Bismarck.
Secara global terdiri atas 23 sub-spesies, dengan daerah persebaran:

  • grayi (Wallace, 1865) – Sulawesi Utara, termasuk Manadotua, Bangka dan Lembeh.
  • porphyrolaema (Wallace, 1865) – Sulawesi (kecuali Sulawesi Utara), termasuk Togian, Muna, Butung and Labuan Belanda.
  • sangirensis (A. B. Meyer, 1874) – Kep. Sangihe, Siau dan Ruang (Sulawesi Utara).
  • talautensis (A. B. Meyer & Wiglesworth, 1894) – Kep. Talauds (Sulawesi).
  • auriceps (G. R. Gray, 1861) – Tifore, Morotai, Halmahera, Ternate, Mare, Makian, Bacan, Obi, Damar, Muor and, Gebe; juga di Kep. Banggai dan Sula (Sulawesi).
  • auricapilla (Mees, 1965) – P. Kayoa (Halmahera).
  • cochrani (Stresemann & Paludan, 1932) – Papua Barat (Waigeo, Misool).
  • mariae (Ripley, 1959) – P. Kofiau (utara P. Misool).
  • proserpina (Wallace, 1863) – P. Buru.
  • aspasioides (G. R. Gray, 1861) – Seram, Ambon, Nusa Laut, Kep. Watubela dan Kep. Aru.
  • chlorolaema (Salvadori, 1874) – Kep. Kai.
  • sericea (Lesson, 1827) – Pepua (termasuk Manam, Karkar, Adi, Gag), kecuali Papua bagian tenggara.
  • maforensis (A. B. Meyer, 1874) – P. Numfor (Teluk Cendrawasih).
  • mysorensis (A. B. Meyer, 1874) – P. Biak(Teluk Cendrawasih) dan Kep. Schouten.
  • nigriscapularis (Salvadori, 1876) – Meos Num dan P. Rani (Teluk Cendrawasih).
  • salvadorii (Shelley, 1877) – P. Yapen (Teluk Cendrawasih).
  • veronica (Mees, 1965) – P. Liki, Papua Barat.
  • cornelia (Salvadori, 1878) – P. Tarawai, Papua.
  • corinna (Salvadori, 1878) – Kep. Bismarck (kecuali Kep. Feni).
  • eichhorni (Rothschild & E. J. O. Hartert, 1926) – P. Feni, timur Kep. New Ireland.
  • caeruleogula (Mees, 1965) – P. Umboi dan New Britain.
  • vicina (Mayr, 1936) – Papua bagian tenggara.
  • christianae (Tristram, 1889) – Kep. Trobriand, Kep. D’Entrecasteaux, Marshall Bennett Group, P. Woodlark dan Kep. Louisiade, Papua bagian tenggara.

Burung-madu Hitam, TN Rawa Aopa Watumohai, Sulawesi Tenggara © Karyadi Baskoro

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Menghuni kanopi hutan dataran rendah , tepi hutan, kebun dan hutan mangrove, sampai ketinggian 1200 m, tetapi tidak ditemui pada bagian dalam hutan yang teduh. Aktif mencari makan di tempat terbuka, biasanya di lapisan vegetasi bagian luar, mengambil artropoda dari dedaunan; juga makan bunga-bungaan.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images

About these ads
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: