Skip to content

Burung Kuntul-Bangau Kecil Ditengah Kota-

Juni 6, 2010

Setiap pagi dan sore hari kita melihat sekelompok burung berwarna putih terbang membelah angkasa. Cara terbang mereka yang unik-seperti layaknya atraksi terbang yang dilakukan oleh oleh para pilot Angkatan Udara dengan F16-nya-sangat menarik untuk dinikmati berlama-lama. Salah satu bentuk kelompok terbang yang menarik adalah susunan dalam bentuk  huruf -V-.  Dalam kelompok terbang ini setiap burung bergantian menjadi pemimpin kelompok.

Burung itu adalah sekelompok burung air yang  sering juga disebut oleh masyarakat lokal sebagai kuntul atau Blekok.  Sebenarnya burung ini merupakan burung air yang menghuni daerah basah seperti rawa-rawa, danau dan hutan mangrove. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut sebagai water bird atau waterfowl. Konvensi Ramsar (suatu konvensi tentang pengelolaan lahan basah) mendefinisikan burung air sebagai jenis-jenis burung yang secara ekologis kehidupannya tergantung pada keberadaaan lahan basah. Sebagian dari jenis burung ini membangun sarang di daerah perkampungan yang jauh dari lokasi lahan basah dimana mereka mencari makan.

Burung kuntul oleh para ahli taksonomi dikelompokkan ke dalam suku Ardeidae. Semua burung yang termasuk dalam kelompok ini memiliki ciri-ciri; leher yang panjang, paruh lurus dan panjang yang digunakan untuk mencotok ikan, katak dan hewan kecil lannya di air. Bila berdiri dalam waktu yang lama biasanya menggunakan satu kaki. Bulu berwarna putih, pada beberapa jenis seperti Kuntul Karang Egretta alba Kuntul kerbau Bubulcus ibis mengalami perubahan warna sebagian atau seluruhnya pada waktu tertentu. Kuntul karang pada musim berkembang biak warna bulu berubah mejadi hitam sedang pada Kuntul kerbau sebagian bulu pada kepala sampai dada dan punggung berubah menjadi coklat muda.

Burung ini tidak hidup soliter tetapi berkumpul dalam kelompok besar. Di Yogyakarta kelompok burung ini dapat ditemui di halaman sebelah barat Ambarukmo Palace Hotel, Hotel & Cottage Sriwedari, Jalan Taman Siswa (Nyutran) dan Jalan Parangtritis. Di lokasi ini terdapat tiga jenis burung kuntul yaitu Kuntul kerbau (Bubulcus ibis) dan kuntul perak (Egretta intermedia) dan Kuntul kecil (Egretta garzeta). Sensus yang dilakukan oleh Nariswari 1997 di Ambarukmo tercatat sekitar 500 ekor burung kuntul. Mereka menggunakan pohon Sawo Kecik  (Achras zapota) sebagai tenggeran dan tempat bersarang. Di Hotel & Cottage Sriwedari burung-burung ini membangun sarang pada pohon Akasia sedangkan di daerah Nyutran koloni burung ini menempati pohon bambu.

Burung kuntul berkembang biak pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli. Dalam masa berbiak tersebut mereka menghasilkan dua sampai empat butir telur yang berwarna biru pucat. Telur tersebut dierami selama 26 hari, kemudian anaknya di rawat induk selama 49 hari, setelah itu diusir dari sarang.

Perkembangan ilmu dan teknologi dan meningkatnya kebutuhan manusia telah mengancam kelestarian burung kuntul. Acaman tersebut lebih banyak terjadi diluar habitat, terutama di daerah tempat mencari makan. Penggunaan pestisida, penangkapan dan penyusutan habitat merupakan ancaman bagi kelangsungan burung mereka. Di beberapa lokasi di Yogyakarta burung ini sering ditangkap oleh masyrakat untuk memenuhi kebutuhan mereka akan protein hewani yang sekarang cukup mahal di pasaran. Disamping itu para pemburu liar yang tidak bertanggung jawab juga menembak burung kuntul untuk menjajal keahlian menembak mereka. Kondisi ini disebabkan oleh ketidak tahuan mereka bahwa burung-burung  yang indah ini dilindungi dengan Peraturan Perlindungan Binatang Liar 1931 Nomor 266 dan SK Menteri Kehutanan 301/kpts-II/1991.

Dengan semakin berkurangnya jumlah burung kuntul di alam oleh perbutuan dan perusakan habitat maka peraturan perlindungan perlu lebih diperketat. Diharapkan dengan kondisi tersebut burung kuntul tidak hilang dari Yogyakarta karena burung ini merupakan asset wisata atraksi menarik yang murah meriah bagi para turis seperti layaknya orang menemukan ribuan burung merpati di pelataran EIFEL di Paris.

Oleh: Elga Putra

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: