Skip to content

Konservasi Burung Endemik Jawa

Juni 6, 2010

Indonewsia memeiliki 1539 jenis burung atau 17% dari jumlah jenis yang ada di dunia. Dari jumlah tersebut, 381 jenis diantaranya merupakan jenis burung endemik. Dilihat dari jumlah jenisnya, Indonesia menempati urutan ke-5 setelah Kolumbia, Peru, Brazil dan Equador. Namun jika dilihat dari endemisitas dan jumlah jenis sebaran terbatasnya, Indonesia berada pada urutan pertama (Sudjatnika et.al., 1995). Tingginya tingkat endemisitas dan jenis sebaran terbatas ini menjadikan jumlah jenis burungnya rentan terhadap kepunahan.

Pulau Jawa dilihat dari keanekaragaman hayatinya memang tidak tergolong “hot spot” area. Namun di pulau ini hidup 494 jenis burung, 368 jenis diantaranya adalah penetap dan 126 lainnya sebagai pengunjung atau pengembara (migran). Kawasan ini memiliki 29 jenis burung endemik. Selain itu Pulau Jawa juga merupakan dua dari 24 daerah burung endemik (EBA) di Indonesia.

Kepentingan pulau ini dari aspek konservasi keanekaragaman hayati dapat dilihat dari adanya ancaman dan tekanan yang begitu besar. Pulau Jawa adalah salah satu pulau terpadat penduduknya di dunia. Pada tahun 1995 tercatat 114 juta jiwa menempati wilayah ini (Whitten et.al., 1996). Tingginya populasi manusia di pulau ini menyebabkan tingkat kebutuhan lahan untuk perumahan, pertanian dan perluasan industri terus meningkat dari waktu ke waktu. Dalam seratus lima puluh tahun terakhir telah terjadi perubahan tataguna lahan yang begitu ekstensif. Akibatnya kawasan-kawasan alamiah tinggal tersisa sedikit dan terpencar-pencar, hanya tersisa di daerah perlindungan yang umumnya terdapat di sekitar puncak-puncak gunung yang terjal. Tekanan perubahan habitat tersebut diperbesar dengan tingginya kegiatan perburuan dan penangkapan yang berkaitan dengan perdagangan dan kebiasaan memelihara burung pada masyarakat Jawa.

Kondisi diatas mengakibatkan enam jenis burung endemik Jawa dan Bali berstatus terancam punah dan dua jenis lainnya mendekati terancam punah. Jenis-jenis tersebut adalah Curik bali (kritis), Elang jawa (genting), Bubut jawa (rentan), Walet gunung (rentan), Gelatik jawa (rentan), Celepuk jawa (rentan), Serindit jawa (mendekati terancam punah), dan Cerek jawa (mendekati terancam punah). Upaya-upaya konservasi yang dilakukan selama ini masih sebatas pada jenis-jenis tertentu saja, seperti Curik bali, Elang jawa dan Gelatik jawa. Memang pemilihan prioritas jenis tersebut bisa jadi merupakan strategi yang tepat, yang bisa menyelamatkan jenis-jenis tersebut maupun habitatnya. Dalam kasus terakhir berlaku untuk jenis-jenis lainnya yang memiliki habitat sama atau bersinggungan dengan jenis-jenis prioritas tersebut. Namun tentu tidak semua jenis dapat ikut terselamatkan.

Dengan persebarannya yang sangat terbatas, jenis-jenis burung endemik ini tentunya sangat rentan dengan tekanan yang ada. Oleh karena itulah perlu adanya upaya konservasi yang lebih luas untuk kelompok jenis ini. Program ini tentunya juga dapat mendukung upaya konservasi dengan pendekatan daerah burung endemik yang telah dikembangkan oleh Birdlife International.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: