Skip to content

MENGAMATI BURUNG

Juni 6, 2010

Kegiatan mengamati burung merupakan bukan merupakan hal baru dalam kehidupan manusia. Sejak zaman dahulu orang sudah mengamati burung, hanya saja dengan tujuan yang berbeda. Orang mengamati burung burung mungkin dengan tujuan untuk menangkapnya, sebagai penanda cuaca, dan lain-lain.  Misalnya melayan yang akan pergi melaut biasanya mengamti perilaku burung Fregat (Fregata sp). Bila burung itu terbang tinggi itu tandanya akan ada angin, akan tetapi bila burung itu terbangnya rendah pada saat itu tidak akan ada nagin sama sekali. Untuk menentukan lokasi yang banyak ikannya nelayan juga mengamati perilaku burung camar.

Seiring dengan perkembangan zaman mulai berkembang kegiatan hobi mengamati burung yang dilakukan oleh kalangan tertentu. Di luar negri seperti di Malaysia kegiatan ini diikuti oleh para eksekutif, mahasiswa, dan para pekerja. Mereka meluangkan waktunya untuk berekreasi mengamati burung terutama pada hari libur. Di negara kita kegiatan ini baru banyak dilakukan oleh mereka yang aktif di lembaga konservasi atau mahasiswa yang mau skripsi. Dengan kata lain di kegiatan ini belum dijadikan sebagai hobi.

Ada dua tujuan utama pengamatan burung dilakukan, antara lain, pertama, mengamati burung untuk tujuan ilmiah. Dalam hal ini pengamatan burung dilakukan untuk mengumpulkan data misalnya populasi, kelimpahan jenis, perilaku dan sebagainya. Kedua, pengamatan burung dilakukan sebagai hobi. Pada tujuan kedua ini pengamatan burung dilakukan semata-mata dilakukan hanya untuk memenuhi hasrat mengamati burung atau denga kata lain melepaskan hobi. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada hari minggu atau ada hari libur. Sebagian pengamat burung melakukan kegiatan ini pada pagi hari sebelum berangkat bekerja atau sore hari. Para pemgamat biasaya membuat catatan khusus tentang jenis yang ditemuinya. Jadi walaupun sebagai hobi tapi aspek ilmiahnya tidak ditinggalkan. Sewaktu-waktu data pengamatan kita bisa dipakai untuk keperluan ilmiah seperti penelitian.

Banyak orang beranggapan bahwa pengamatan burung adalah kegitan hobi yang mahal. Memang! Hobi ini memang cukup mahal. Kita lihat saja peralatannya seperti binokuler. Saat ini harga sebuah binkuler dengan kualitas biasa adalah sekitar 300-500 ribu rupiah. Belum lagi peraltan lain seperti kamera, spoting scop (monokuler), tape rocorder, buku panduan dan lain-lain. Sebagai seorang pengamat burung pemula kita tidak harus memiliki ini semua. Sebuah binokular dan buku panduan pengamatan sudah cukup. Bila tidak mampu untuk membeli binokuler sendiri pinjamlah dari kelompok pengamat burung yang ada di kota anda atau bisa bergabung dengan mereka. Dengan bergabung di KPB kita akan mendapatkan banyak sekali manfaat selain dapat menggunakan peralatannya. Di sini kita bisa belajar banyak tentang Keanekaragaman hayati, ekologi serta ancamannya.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: