Skip to content

Birdwatching untuk Anak-anak di Semarang

Juni 15, 2010

Pada hari minggu (24 februari 2008) Yayasan Kutilang Indonesia menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Birdwatching for Youth”. Kegiatan pengamatan burung untuk anak-anak di wilayah kota semarang ini diselenggarakan di hutan Kota Tinjomoyo, Kota Semarang.

Selain pengamatan burung, anak-anak juga diajak untuk melakukan penanaman berbagai jenis pohon yang disukai burung. Melalui serangkaian kegiatan ini diharapkan akan muncul kepedulian terhadap hutan kota Tinjomoyo pada anak-anak kota Semarang. Kepedulian terhadap lingkungan dan konservasi merupakan proses panjang sehingga perlu dibangkitkan kepedulian sejak dini. Kegiatan ini diselenggarakan berkolaborasi dengan Komunitas Pengamat Burung Suka-suka Semarang (KOPASSUS), Kelompok Pecinta Alam Haliaster dari Fakultas Biologi Universitas Diponegoro, Green Community Universitas Semarang dan PT. Marimas.

Kepedulian terhadap konservasi burung diharapkan akan mendorong berkembangnya Kota semarang sebagai kota konservasi pertama di Indonesia. Kawasan hutan kota Tinjomoyo diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan perlindungan bagi burung dan berbagai keanekaragaman hayati yang ada di kota Semarang. Mimpi ini tidak terlalu jauh untuk dapat diraih, mengingat saat ini hutan Tinjomoyo telah menjadi tempat hidup lebih dari 32 jenis burung dengan dua jenis diantaranya adalah burung endemik (hanya hidup di suatu pulau.red.) Jawa, yaitu burung Bubut Jawa (Centropus nigrorufus) dan Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris). Selain itu, hutan Tinjomoyo juga menjadi tempat singgah ratusan burung pemangsa (raptor) migran yang melakukan migrasi ribuan kilometer menuju kawasan hutan tropis saat menghindari musim dingin di tempat berkembangbiak mereka di Asia utara.

Terlebih sejalan dengan trend pembangunan internasional saat ini, pemerintah daerah berpeluang besar untuk mengembangkan pola pembangunan kota melalui skema-skema green development mechanism. Pengembangan hutan kota sebagai penyangga ekosistem kota akan memberikan beragam keuntungan antara lain berupa penurunan tingkat polusi udara, berkurangnya tingkat erosi dan banjir di daerah perkotaan serta beragam intangible value lain.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: