Skip to content

Si Burung-burung Manyar

Juni 15, 2010

Si burung ini tampak biasa, seperti burung pemakan biji lainnya. Namun status burung ini telah terancam punah. Mengapa?
Sebuah buku berjudul Birds of South East Asia karangan Craig Robson (2002), menyebutkan bahwa di dunia terdapat 117 spesies burung Manyar, dan hanya 4 jenis yang ada di kawasan Asia Tenggara.

Negara kita Indonesia memiliki 3 dari 117 spesies burung ini. Ke tiga spesies tersebut adalah Manyar Tempua (Ploceus philippinus), Manyar Jambul (Ploceus manyar) dan Manyar Emas (Ploceus hypoxanthus). Catatan perjalanan pengamatan burung Kutilang Indonesia Birdwatching Club (KIBC), dua jenis yaitu Manyar Tempua dan Manyar emas ditemukan di daerah rawa Pagak, Purworejo pada bulan Maret 2008. Manyar emas jantan sangat mudah diidentifikasi, karena warna bulunya kuning emas yang begitu mencolok. Sedangkan sang betina Manyar emas sulit dibedakan. Ukurannya sedang, sekitar 15 cm, sama seperti Manyar lain ataupun burung Gereja erasia. Untuk membedakan antara Manyar emas betina dan Manyar Tempua dapat dilihat pada kepalanya. Manyar tempua jantan memiliki warna emas hanya pada mahkotanya yang berwarna kuning, dan ciri ini akan terlihat jelas pada musim breeding-nya.

Burung manyar adalah burung pemakan biji-bijian (granivor), bertempat tinggal pada daerah rawa berumput, semak-semak, rumpun gelagah dan persawahan. Burung ini biasanya berbiak mulai bulan April hingga Oktober. Si jantan penganut aliran Poligami, dengan mengawini 2-3 betina lainnya. Si betina dapat bertelur 2-4 telur dan mengeraminya, karena tanggungjawab perawatan keturunan diserahkan pada si ibu. Sedang si ayah mencari pasangan baru untuk kembali berkopulasi.

Cerita orang-orang tua yang hidup di tahun 1970-an, hampir setiap musim panen padi burung Manyar terlihat dalam gerombolan besar di areal persawahan dan sarangnya bahkan bisa ditemui pada tajuk-tajuk pohon kelapa di dekat rumah. Tetapi pada generasi masa kini hampir tidak pernah terlihat apalagi mengenal lagi si burung kecil ini. “Jangankan sarangnya, burungnya pun jarang ada yang tahu”. Ya….burung Manyar memang tidak sepopuler sepupunya si burung Kenari yang menghiasai seluruh outlet penjualan burung dan menyemarakan suara pada lomba burung.

Menurut Red Data List yang dikeluarkan IUCN (International Union Conservation for Nature) tahun 2000, burung manyar yang dikategorikan sebagai burung yang hampir terancam punah (Near Threatened/NT) adalah si Manyar emas, sedangkan Manyar Tempua belum. Perlu diantisipasi, jika daerah rawa yang tersisa di Pagak menghilang akibat perluasan areal sawah, pertambakan, maupun penebangan pohon Mangrove untuk kayu bakar, yang secara nyata sedang terjadi di sana. Imbasnya, si burung-burung Manyar ini tak lagi memiliki kenyamanan tempatnya untuk hidup dan beranak pinak. Salam Lestari.

(drh. Oka DP)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: