Skip to content

Survey Keanekaragaman Burung di Taman Nasional Gunung Merbabu

Juni 15, 2010

Pada tanggal 25-28 Juli 2007, Kutilang bersama Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melakukan survei keanekaragaman burung di Taman Nasional Gunung Merbabu. Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan salah satu taman nasional baru yang disahkan pada tahun 2004 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 135/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei dengan luas 5.725 Ha.

Sebagai taman nasional baru, TNGM masih memiliki kurang data tentang potensi biofisik dan sosial ekonomi. Dalam hal penggalian potensi biofisik, terutama untuk mengetahui potensi kekayaan jenis burung di TNGM, pihak balai mendapatkan expertisement dari Kutilang dalam melakukan survey.

Survey ini sendiri memakai metode yang sering dipake oleh pengamat burung dalam menilai keanekaragaman burung yaitu metode Daftar 10 Jenis Mackinon. Survei selama 4 hari tersebut berlokasi pada 3 jalur pendakian di Gunung Merbabu yaitu Jalur Wekas, Candisari dan Selo. Waktu survei jalur Wekas 2 hari, Candisari 1 hari dan Selo setengah hari. Hasil survei yang berupa data 17 daftar 10 jenis selanjutnya diolah sehingga menghasilkan output-output yaitu rekap jenis per jalur, rekap jenis per kriteria ketinggian, rekap jenis umum, peringkat kelimpahan relatif, dan Estimasi jumlah jenis dengan analisis statistik regresi linier.

Jalur Wekas meliputi daerah pemukiman penduduk dengan vegetasi ladang sayur, jalur bawah dengan vegetasi hutan sekunder Pinus, akasia dan cemara, jalur tengah dengan vegetasi Akasia, Pinus, Mlanding gunung, dan jalur atas dengan vegetasi Edelweis, Manisrejo, Mlanding gunung. Rekap jenis jalur Wekas menghasilkan daftar 36 jenis burung termasuk spesies x (tak teridentifikasi) dengan ciri-ciri: secara umum berwarna kelabu gelap, tampak belakang, ekor menggarpu sangat pendek dan bertotol putih. Jenis yang menarik adalah Kipasan Ekor Merah (Rhipidura phoenicura) merupakan burung endemik Jawa dan 2 macam raptor (burung pemangsa) yaitu Elang hitam (Ictinaetus malayensis) dan Alap-alap Sapi (Falco moluccensis) merupakan jenis burung yang dilindungi. Rekap jumlah jenis di kawasan ini dari pemukiman, jalur bawah, jalur tengah dan jalur atas berturut-turut : 4, 17, 28, 6 jenis burung. dari data rekap perketinggian tersebut menunjukkan jumlah jenis terbanyak pada bagian tengah.

Jalur Candisari meliputi daerah pemukiman penduduk dan jalur bawah dengan vegetasi ladang sayur, Pinus, jalur tengah dengan vegetasi semak, pohon terbakar, Mlanding gunung dan jalur atas dengan vegetasi Edelweis, lahan terbakar dan Manisrejo. Rekap jenis jalur Candisari menghasilkan daftar 34 jenis burung termasuk spesies y (tak teridentifikasi) dengan ciri-ciri: punggung coklat, perut putih, menurut penduduk setempat namanya ‘Bokrek’. Jenis yang menarik seperti Kipasan Ekor Merah (Rhipidura phoenicura), Elang hitam (Ictinaetus malayensis) dan Alap-alap Sapi (Falco moluccensis) juga ditemui disini. Rekap jumlah jenis di kawasan ini dari pemukiman, jalur bawah, jalur tengah dan jalur atas berturut-turut : 9, 10, 21, 9 jenis burung. Data rekap jenis perketinggian tersebut menunjukkan jumlah jenis terbanyak pada bagian jalur tengah.

Jalur Selo yang disurvei merupakan jalur yang meliputi daerah pemukiman penduduk dan jalur bawah dengan vegetasi lahan ladang sayur, Pinus, Puspa. Kawasan ini menghasilkan daftar 15 jenis burung teridentifikasi.

Survei Burung Taman Nasional Gunung Merbabu menghasilkan 49 jenis burung termasuk jenis x dan y yang tidak teridentifikasi. Survei burung merupakan suatu kegiatan yang mendasarkan pada kemampuan pengamat burung profesional dalam mengidentifikasi burung di habitatnya. Pengamatan burung di alam sendiri lebih merupakan kegiatan yang bersifat seni keahlian yang dapat terus semakin bagus dengan pengalaman lapangan dan latihan terus menerus. Adanya jenis burung yang tidak teridentifikasi sangat umum terjadi pada kegiatan ini.

Walet linchi (Collocalia Linchi) dan Burung Kacamata gunung (Zosterops montanus) mempunyai angka kelimpahan relatif yang tertinggi. Hal itu menunjukkan bahwa 2 jenis burung tersebut merupakan burung yang paling mudah ditemui di Taman Nasional Gunung Merbabu karena persebarannya yang luas dari bagian bawah sampai atas.

Grafik Pertambahan Jenis memperlihatkan garis menaik, lalu secara bertahap berubah mendatar artinya semakin lama waktu survei nilai pertambahan jenisnya akan semakin berkurang dan data yang dihasilkan semakin akurat.

Rekap per jalur menunjukkan bahwa jalur Wekas mempunyai jenis terbanyak. Ini terjadi karena waktu survei yang paling lama dibandingkan 2 jalur lainnya.

Perhitungan statistik dengan menggunakan regresi linier menghasilkan 3,794 jenis yang belum teramati, jadi total jenis yang diduga ada di lokasi survei adalah 49+ 3,794= 52,794 jenis atau 52 sampai 53 Jenis.

Secara umum estimasi jumlah jenis burung hasil survei ini masih kurang dapat menunjukkan secara akurat jumlah jenis yang ada di Taman Nasional Gunung Merbabu karena waktu survei yang terlalu singkat (4 hari) untuk menjangkau luasan kawasan tersebut. Dalam survei kali ini, ada daerah yang belum disurvei yaitu jalur Selo bagian tengah dan atas. Survei dengan metode yang sama perlu dilakukan lagi baik di jalur yang sama maupun yang berbeda sehingga pada suatu ketika nanti dapat menggambarkan kelimpahan jenis di kawasan ini secara meyakinkan.

drh. Bernadus B. Setyawan

One Comment leave one →
  1. Juni 15, 2010 6:14 am

    Wah bnyk juga ya😀 smg burungnya aman di haBitatx dan tidak punah, salam kenal.

    “amien.. thx’s mas adi, salam lestari”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: