Skip to content

Monitoring Elang Jawa lereng selatan Merapi

Juni 17, 2010

Catatan tim Elang Jawa KUTILANG IBC.

Start 7/10/99

Perjumpaan:

1. Tgl. 8/10/99

Pengamat mulai melihat elang jawa 05.30 bbwi bertengger pada pohon pinus mati,06.17 bbwi pindah tempat kemudian terbang (1 ekor). Pada sekitar areal yang sama (Turgo-Plawangan) terlihat lagi dua ekor terbang dan bersuara pada jam 09.08 bbwi. Selama hari ini terlihat 3 jenis elang; Jawa, Hitam dan bido.!4.05 terlihat seekor terbang

2. Tgl. 9/10/99

Terlihat terbang dan kemudian menangkap mangsa pada tebing G. Turgo pada jam 06.05 bbwi dan kemudia memasuki daerah sekitar tempat bertengger pada tgl. 8/10/99. Kemudian pada jam 07.52 bbwi terlihat bertengger di tempat dekat bertengger pada tgl. 8/10/99 sementara di atasnya terlihat dua ekor e.Jawa baru meluncur, si burung yang bertengger iotu kemudian pada jam 08.11 bbwi terbang ke awan. 09.00 3 ekor E. Jawa yang terbang di atas 2 ekor meluncur ke Plawangan yang seekor terbang ke areal tempata bertengger. 14.30 soaring 1 ekor dan kemudian hinggap sebentar dan terbang lagi ke arah Plawangan.

3. Tgl. 10/10/99

07.30 bbwi dari arah sekitar tempat bertengger E. Jawa

terbang dan berteriak membuat para betet pada takut terbang ke arah selatan g. Turgo dan 07.37 kembali lagi. 08.25 keluar dan berteriak lagi dan menuju ke arah selatan G. Turgo sambil “berteriak” di atas Ds Tritis wil. Utara, sementara disisi selatannya berjarak  100 m terlihat seekor E.Jawa  lainnya soaring ke utara (mendekat). Pada saat E.Jawa I (yang soaring di utara Tritis) gliding ke barat, tiba-tiba dari arah Barat Turgo datang seekor E.Hitam dan langsung mendekatinya serta terlihat berusaha “mengusir”. Tetapi setelah E.Jawa I kembali ke Ds. Tritis dan E.Hitam masih mengejar, E.Jawa II yang soaring dari selatan balik mengejar E.Hitam tersebut sampai jauh ke barat daya Tritis, sementara E.Jawa I hanya mengikuti diatasnya dengan cara soaring. Setelah berhasil mengusir E.Hitam, E.Jawa II kembali kearah Kali urang dan E.Jawa I terbang menuju puncak Plawangan.Beberapa saat kemudian E.Hitam kembali ke Turgo melewati jalur Barat. Pada jam 09.04 bbwi, terlihat dua ekor E.Hitam terbang dilereng selatan Turgo kemudian terbang kearah barat Turgo lantas terlihat di utara Turgo dan gliding di jalur puncak Plawangan ke selatan. Jam 09.08 E.Jawa terlihat terbang kembali dari tempat perching pagi hari kearah lereng selatan Turgo, etapi tiba-tiba datang dua ekor gagak dan langsung menyerangnya. Si-E.Jawa terbang mengepakkan sayap terbang ke barat Turgo dan masih dikejar oleh gagak tersebut.

4. Tgl. 11/10/99

Mulai pagi hari terlihat elang bido pada tempat elang jawa biasa bertengger baru kemudian sekitar jam 11 si bido pergi di tebing boyong dan kemudian soaring di atas desa Turgo.

Catatan Survey II

1. Tanggal 23 Oktober 1999

Tiba di lokasi pengamatan Tlogo Nirmolo 49 S UTM, 0436614 E dan 9161091 N pada pukul 17.15 WIB, cuaca berkabut.

2. Tanggal 24 Oktober 1999

  • Terlihat satu ekor elang sedang soaring di sebelah utara puncak Plawangan pada pukul 06.30 WIB, tidak teridentifikasi. Sedang di Turgo terlihat Elang Hitam baru saja terbang kearah puncak Merapi.
  • Pohon pinus (yang diduga tempat peristirahatannya) di “bukit pinus” tersinari matahari secara keseluruhan pada pukul 07.15 WIB.
  • Dua ekor Elang Jawa terbang dari arah selatan menuju puncak Plawangan, sementara satu ekor lainnya muncul dan soaring dari lembah Gua Jepang – di bagian barat Plawangan (utara camp) setelah mendengar ‘panggilan’ dari dua ekor Elang Jawa lainnya. Mereka terus soaring sampai pukul 09.30 WIB di sekitar atas puncak Plawangan sampai Kali Boyong dan menghilang dibalik kabut disebelah utara Plawangan. Seekor Elang Bido terbang dan berteriak dari arah Barat Turgo menuju ke selatan, kemudian disusul Elang Jawa ke arah Timur menuju camp.
  • Pada pukul 09.33 WIB seekor Bido dari selatan camp terbang dan kemudian perching di Taman Tlogo Nirmolo    pada pokok pinus mati ±15 meter dari permukaan tanah. Pada 09.45 pindah ke selatan camp ±20 meter dari camp masih pada pokok pinus mati. Sepuluh menit kemudian terbang dan perching kembali di lereng Kali Boyong sebelah selatan camp. Pada 10.55 soaring di sekitar Kali Boyong kemudian gliding kearah Plawangan pada 10.05 WIB yang disambut oleh keluarnya Elang Jawa dari balik puncak Plawangan. Elang Bido tersebut membelok ke arah utara Turgo sedangkan Elang Jawa masuk ke lembah Gua Jepang – bagian Barat bukit pemancar.
  • Pada pukul 10.20 muncul dua ekor Elang Jawa dari utara puncak bukit pemancar kemudian soaring bersama diatas lembah Gua Jepang, seekor diantaranya terlihat seperti mematuk-matuk bagian punggung individu lainnya dan mereka bersama-sama turun disebelah barat daya puncak Plawangan, masih di sekitar lembah Gua Jepang.
  • Pukul 12.35 seekor Elang Jawa terbang dari utara Plawangan menuju ke Turgo, tetapi sesampainya diatas puncak bukit pinus sudah terkejar oleh seekor elang lainnya, seperti hendak menubruk, tetapi elang yang menyusul (yang ternyata Elang Jawa) tersebut mengeluarkan bunyi seperti ayam ‘kuukuk’ dan sebuah teriakan datar kemudian elang itu membalik ke arah Plawangan diikuti oleh Elang Jawa yang tersusul.

3.Tanggal 25 Oktober 1999

  • Pukul 07.15 satu ekor keluar dari tempat mereka turun bersama, turun mengikuti sungai terus perching di pokok pinus mati di utara camp, lereng bukit pinus. Terus terbang kebalik bukit pinus.
  • Terlihat diatas puncak Plawangan seekor Elang Bido dan Elang Hitam bergantian antara 07.30 sampai 08.20.
  • Tahu-tahu dari seberang kali utara camp, di lereng bawah bukit pinus Elang Jawa terbang masuk ke pohon pinus dekat sarang koloni Betet pada pukul 08.20 sampai sepuluh menit, kemudian terbang ke barat bukit pinus(Kali Boyong) dan menghilang.
  • Seekor Elang Jawa soaring di atas puncak bukit Pemancar bersuara 1 kali.
  • Seekor Elang Jawa undulating dari puncak Pemancar sampai Barat puncak Plawangan.
  • Perching di pohon (?) seperti pohon Puspa disekitar jalur pendakian puncak Pemancar ± 10 meter dari tanah.

4.Tanggal 26 Oktober 1999

  • 08.45 dari Selatan Tlogo Nirmolo terbang dan Perching di pinggir kali utata camp pada inus mati ±15 meter dari tanah.
  • 09.05 Perching dan Preening di pohon Pasang sebelah barat daya Plawangan, ± 20 meter dari tanah kemudian turun ke pohon sebelahnya. Seperti mengasah paruh pada batang pohon tersebut kemudian terlihat Elang Jawa tersebut sedang makan.
  • Pukul 12.50 pengamat sampai di tempat makan pada ketinggian 1269 mdpl di koordinat 49 S  UTM, 0437035 E dan 9161611 N. Ditempat ini ditemukan bulu-bulu burung berserakan (seperti bulu burung Delimukan atau Walik) dan beberapa diantaranya masih bersatu 2-3 helai.

5. Tanggal 27 Oktober 1999

  • Dari selatan bukit Pemancar gliding seekor Bido menuju utara, sementara dari arah Timur Laut terbang cepat seekor Elang Jawa melewati camp mengejar Bido sampai di utara puncak Pinus kemudian Elang Jawa tersebut membalik kearah lembah gua Jepang kemudia mengitari lembah Gua Jepang dengan putaran yang cukup besar sampai pukul 10.00 dan kemudian perching di lereng Timur Turgo (hunting area). Terbang da perching lagi disekitar puncak bukit Pinus. Beberapa menit kemudian seekor lagi muncul dari tempat makan    gliding ke selatan perching di pinus lereng barat daya puncak Pemancar lalu terbang ke selatan dan berbalik lagi ke utara.
  • Dari lereng timur puncak bukit Pinus terbang menyeberang kali dan perching kembali di pohon pasang ± 10 meter dari tanah dan terbang ke Timur.
  • Dari puncak Pemancar dua ekor Elang Jawa masuk dan perching di lereng Timur bukit Pinus pada pukul 10.35 WIB. Kemudian satu ekor diantaranya gliding dengan cepat menuju keselatan berusaha memburu burung Kutilang diudara pada kondisi hujan gerimis.
  • Pukul 12.15 seekor Elang Jawa terliohat thermalling diatas puncak Plwangan disusul satu ekor lagi yang datang dari bukit Pemancar mengikuti thermaling. Satu ekor yang berada diatas soaring menuju Turgo terus kearah Merapi dan balik lagi kerah bukit Pemancar.

6. Tanggal 28 Oktober 1999

  • Pukul 08.00 seekor Elang Jawa keluar dari lereng timur bukit Pinus menuju punggungan di timurnya, lalu perching di pohon pasang ± 15 meter dari tanah. Empat menit kemudian terbang ke arah timur menuju bukit Pemancar.
  • Pukul 08.25 Seekor Elang Bido di barat Tritis dan seekor lagi di selatan Tlogo Nirmolo terbang berputar-putar dan berteriak-teriak membuat seekor Elang Jawa berputar dan mengeluarkan bunyi di sekitar puncak Pemancar.
  • Perkelahian terjadi diawali pada pukul 12.45 dengan hadirnya seekor Elang Jawa dari barat Turgo menuju arah camp. Seekor Elang Hitam yang sebelumnya bertengger di lereng selatan Turgo hendak mengejar Elang Jawa tersebut, akan tetapi tiba-tiba Elang Hitam tersebut membalik dan menghilang di utara Turgo karena ternyata Elang Jawa II menyusul dari baratnya. Ketika dua ekor Elang Jawa tersebut sampai diatas camp, Elang Jawa I mengeluarkan suara dan dengan gerakan yang begitu cepat sambil menekuk kedua sayapnya Elang Jawa II berbalik ke arah Tritis. Ternyata dia hendak mengejar Elang Jawa lainnya yang datang dari Barat dan sudah masuk ke wilayah ‘udara’ Tritis.   Elang Jawa II yang baru masuk ke Tritis langsung berbelok ke arah selatan, sedangkan dari kejauhan tampak dua ekor elang terbang ke arah Tritis juga. Satu ekor diantaranya meluncur dengan kecepatan penuh ke arah Elang Jawa II yang berusaha mengusir Elang Jawa III. Ternyata dua ekor elang yang baru tiba itu juga Elang Jawa. Terjadilah perkelahian antara Elang Jawa II dan Elang Jawa IV yang baru datang. Mereka berusaha mengejar dengan cara menukik dan menyambar bagian punggung lawannya, sedang yang dikejar segera membalikkan badannya (seperti terlentang diudara), secara bergantian. Perkelahian mereka sampai jauh di selatan kira-kira 2-3 KM dari Tritis, sedangkan Elang Jawa V yang datang bersama Elang Jawa IV hanya mengikuti perkelahian tersebut dari kejauhan. Perkelahian itu berakhir pada pukul 13.04 ketika satu ekor diantaranya menukik tajam sekali, sedang yang satunya lagi kembali ke arah Tritis dan kemudian menuju ke Plawangan.
  • Pukul 13.42 terlihat satu ekor Elang Jawa ‘pulang’ ke lereng selatan barat daya Plawangan (tempat ditemukannya bulu-bulu).

7. Tanggal 29 Oktober 1999

  • Pukul 08.50 terlihat seekor Elang Bido perching dan bersuara nyaring sekitar 20 meter timur camp pada pinus mati ±10 meter dari atas tanah lantas soaring dan pergi ke arah barat. Lima belas menit kemudian keluar Elang Jawa dari lembah Gua Jepang dan soaring di tempat Bido perching tadi.
  • Pengamatan dilakukan di puncak bukit Pemancar ± 1274 mdpl pada koordinat 49 S UTM, 0437308 E dan 9161320 N, cuaca berkabut. Pada pukul 10.35 terlihat seekor Elang Jawa terbang dari puncak Plawangan ke arah barat. Kemudian pada pukul 11.11 terlihat lagi dari balik kabut di sebelah timur sadel Pemancar-Plawangan menuju ke barat dan perching di sekitar sadel.
  • Karena cuaca disekitar puncak Pemancar juga diselimuti kabut tipis jarak pandang tidak lebih dari 15 – 20-an meter, tidak tahu datangnya dari mana akan tetapi terlihat seekor Elang Jawa terbang mengepakkan sayap dari pohon sarangan berjarak ± 7 meter dari pengamat, menuju ke selatan.
  • Pada 12.18 seekor Elang Jawa terbang melintas sangat dekat sekali dengan pengamat, sehingga tampak bulu sekunder ke-4 nya tanggal.
  • Pukul 12.45 seekor alap-alap terbang melintas, karena terbang cepat dan masuk dalam kabut, maka tidak teridentifikasi dengan baik.
  • Walik Kepala Ungu terlihat sedang hinggap di pohon sekitar jalur pendakian bukit Pemancar dan mengeluarkan suara manggungnya. Ketinggian tempat hinggap Walik ini ± 15 meter dari atas tanah. Walik tersebut terbang pindah ke pohon yang berjarak eter dari pohon semula persis di tempat Elang Jawa ditemukan perching pada hari sebelumnya, dan masih manggung. Sepertinya seekor betina walik Kepala Ungu tertarik dan membalas mengeluarkan bunyi ‘terrr’ mendekati sang jantan.  Lima belas menit kemudian terlihat seekor Elang Jawa soaring diatas tempat walik tersebut.
  • Dari arah Tlogo Nirmolo seekor Elang Jawa gliding menuju terminal Kaliurang dan soaring diatasnya. Kemudian terbang menuju Kali Kuning.

Start Jumat 5 Nopember 1999

1.  5 nopember 1999 tidak menemukan sesuatu

2.  6 nopember 1999 Terlihat bertengger pada pinus mati pada jam 09.15 dan kemudian pindah ke pohon rasamala selama kurang lebih 15 menit. Lokasi di dekat tempat istirahat di bawah pertigaan goa jepang dan gardu pandang. Pencarian sarang di sekitar gardu pandang dan menara pemancar tidak menghasilkan sesuatu yang positif.

3.  7 nopember 1999 Dari pagi sampai sore berkabut tebal dan gerimis, tidak bisa melihat sesuatu pun.

4.  8 nopember 1999 punggungan dari bawah gardu pemancar hingga sebelah timur kali boyong tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaan sarang. Lokasi-lokasi dimana Elang Jawa sering terlihat bertengger, mencari makan dan makan sudah dijelajahi tetapi tidak ditemukan adanya bentukan sarang. Kabut sepanjang hari. Tidak berjumpa dengan satupun individu elang jawa.

5.  9 nopember 1999 tidak menjumpai seekor elang jawa pun cuaca berkabut dan gerimis.

Pengamatan ke empat

1. Tanggal 18 Nopember 1999 start.

2. Tanggal 19 Nopember 1999

ü  Terdapat sekelompok walik kepala ungu yang berjumlah lebih dari 10 ekor di sebelah timur puncak 1729 m dpl yang sedang memakan buah pohon pulai.

ü  Pada sekitar jam 12.30 teramati seekor elang melakukan display teritori di lembah sebelah barat bukit 1310 m dpl. Spesiesnya tidak teramati dengan jelas.

3. Tanggal 20 Nopember 1999

ü  Pada pukul 09.00 tiga ekor elang jawa dengan komposisi 2 dewasa dan satu muda  calling dan terbang di sekitar puncak 1310 m dpl. Arahnya dari tenggara puncak 1310. Soaring dan calling antara puncak 1310 dengan menara pemancar plawangan selama  kurang lebih 15 menit kemudian terbang ke arah tenggara yang kemudian disusul oleh suara sepasang bido yang juga terbang berputaran di sekitar plawangan dan calling.

ü  Terjadi fighting antara dua ekor bido yang dikejar oleh seekor elang jawa anggota dari 3 elang jawa tadi. Kuku dari elang jawa tampak mencoba mencengkeram bido. Sementara itu elang yang lain masing soaring dan ada yang melakukan display teritori dari selatan bukit kendil hingga lereng selatan merapi, elang yang melakukan display ini adalah elang jawa anggota dari 3 ekor ini. Kemungkinan pula bahwa 3 ekor elang jawa tadi berteritori di sekitar hutan gunung kendil.

ü  Akhir dari pertemuan ini Elang Jawa berada di sekitar bagian timur gunung kendil dan elang bido berada di sekitar turgo sebelah barat pada sekiatr jam 10.30.

4. Tanggal  21 nopember 1999 terdapat sarang elang yang kemungkinan besar tidak aktif di tebing dari bukit 1729 yang terletak di percabangan jurang sebelulm kali Boyong. Sarang itu terletak di sebelah timur teritori elang hitam. Jenis elang yang menghuni sarang ini belum teridentifikasi. Pohon yang dipakai untuk sarang berukuran diameter kurang lebih 60 cm tingggi pohon ± 25 m serta tinggi sarang dari tanah ± 20 m, pohon ini berjenis sarangan.

Laporan survey V

Cross ceck informasi Dam Ngipik Sari-Kali Kuning

Waktu tanggal 27-30 November 1999

Hasil:

¨      tidak ditemukan sarang

¨      tidak terlihat adanya elang jawa

¨      tercatat dua raptor migran; Falco perigrinus dan Accipiter gularis.

¨      tercatat keberadaan dari Motacilla cinerea

¨      tercatat keberadaan dua jenis meninting: E. leschenaulthi dan E. vennatus

Laporan VI

Waktu 4-7 Desember 1999

Hasil:

1.  Tanggal 5 Desember 1999, Elang Jawa display teritori di atas pos 2 pendakian pada jam 12.15 wib. sementara Elang hitam sesekali display teritori dan calling di atas gunung Kendil antara jam 14.00 hingga jam 16.00.

2.  Tanggal 6 Desember 1999, Elang hitam display teritori dan terbang di sekitar G. Kendil.

Tanggal 7 Desember 1999, Elang bido terbang melayang di sekitar Goa Jepang antara jam 08.30-12.30.Pada jam 11.10 Elang Bido (I) bertengger di celah paling barat dari Goa Jepang kemudian berpindah ke lembah sebelah timur dari punggungan pos dua pendakian. Elang bido bertengger sambil calling kemudian disahut oleh Elang bido (II) yang lain. 11.25 ada Elang Jawa (I) melintas dari barat ke timur melalui goa jepang, Bido tang bertengger mulai soaring daan berusaha naik ke atas sambil calling dari kaki pos dua pendakian hingga puncak pos dua pendakian seekor elang jawa (II) lain yang berasal juga dari arah barat berputar dan calling kemudian terus membumbung ke atas dengan batas paling timur adalah puncak pos dua. Sementara itu terlihat satu lagi Elang yang tidak bisa secara yakin diidentifikasikan di sekitar pos dua pendakian, kemungkinan bisa jadi individu muda daari elang jawa yang pernah terlihat sampai plawangan.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: