Skip to content

Kabar Burung

Juni 18, 2010

Dalam keseharian, kabar burung mempunyai arti sebagai kabar atau informasi yang belum pasti kebenarannya. Tetapi di tangan Yayasan Kutilang Indonesia, Kabar Burung tidak berarti seperti itu. Mengapa ? Kabar Burung adalah nama buletin berisi kabar sesungguhnya tentang kehidupan berbagai spesies burung di habitat alamnya.

Buletin Kabar Burung terbit pertama kali pada Nopember 1997 dalam bentuk yang  sederhana. Meskipun demikian, buletin ini mempunyai arti sejarah penting karena menjadi buletin pertama di Indonesia tentang kehidupan burung di alam yang diterbitkan oleh anak bangsa sendiri.

Dalam setiap edisi, Kabar Burung selalu mengangkat tema sama, yaitu kehidupan burung di habitat alamnya. Misinya adalah mengajak masyarakat untuk mencintai atau menikmati keindahan burung langsung di alam tanpa harus mengurungnya. Buletin yang diberikan secara gratis ini tidak hanya beredar di Yogyakarta saja, tetapi juga diditribusikan ke wilayah Jawa Tengah, Surabaya, Bogor dan Jakarta. Anda dapat mengunduh buletin Kabar Burung disini

Seiring dengan perjalanan waktu, format Kabar Burung terus kian membaik. Puncaknya terjadi pada tahun 2005 saat Kabar Burung tampil dengan edisi cukup tebal dan full colour.  “Saya sangat senang melihat ada buletin berbau lingkungan pada umumnya dan burung pada khususnya dengan kualitas tata letak yang baik dan cetakan juga cukup baik,” komentar Riza Marlon, fotografer satwa liar terkemuka dari Indonesia (Kabar Burung edisi II, 2005).

Karena tampil lux, Kutilang mencoba menjualnya dengan harga Rp 15.000. Dengan harga cukup tinggi ini, diharapkan penerbitan buletin ini dapat berdiri secara mandiri. Sayang, pengamatan burung di alam masih belum menjadi budaya masyarakat Indonesia, sehingga segmentasi pembacanya masih kecil. Selain itu harga yang dipatok,”Masih terlalu mahal,” ujar Anik Susilo, salah seorang penggemar birdwatching.

Sebagai sebuah media penyebaran informasi Kabar Burung bisa dikatakan cukup efektif karena dapat menjangkau hampir semua lapisan masyarakat. Tidak sedikit lahirnya para birdwatcher dan klub birdwatching berawal dari buletin ini.

Namun memasuki tahun 2006, buletin Kabar Burung belum terbit lagi karena kurangnya keterbatasan dana. “Kami sedang mencari sponsor untuk menerbitkan kembali,” ujar Ige Kristianto, Direktur Yayasan Kutilang Indonesia dengan optimis.

Apakah tertarik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: