Skip to content

Lestarikah pemanenan Anis merah di Bali?

November 30, 2010

Anis merah muda yang tidak dipanen

Judul Proyek: Penilaian Kelestarian Praktek Pemanenan Anis Merah (Zoothera citrina) di Bali, Indonesia

Jangka Waktu: 8 bulan

Manager Proyek: Ign.Kristianto M.S.Hut.

MitraRufford small grant foundation, Pelestari Burung Indonesia (PBI), dan Jalak Bali Team

Masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan, khususnya di kota-kota di wilayah Indonesia bagian barat sudah sangat familiar dengan kegiatan lomba burung berkicau. Mencatat lomba burung berkicau sebagai salah satu budaya populer masyarakat perkotaan Indonesia masa kini bukanlah sesuatu yang berlebihan. Budaya baru ini mendorong tingginya permintaan terhadap jenis-jenis burung yang memiliki kicauan indah. Akibatnya, “kepunahan lokal” beberapa jenis burung berkicau tidak terhindarkan. Kita bisa mengambil contoh hilangnya Cucakrowo (Pycnonotus zeylanicus),  Branjangan (Mirafra Javanica), dan Decu (Saxicola caprata) dari beberapa tempat yang sebelumnya sangat mudah ditemui.

Mengantisipasi terus berlangsungnya kepunahan jenis-jenis burung berkicau di Indonesia, para pelaku terkait kegiatan lomba burung (diantaranya adalah para pelomba, penangkar, komunitas atau kelompok penghobi burung berkicau, penyelenggara lomba dan jaringan lembaga konservasi) bersepakat untuk mengembangkan cara baru guna mengembangkan “etika kelestarian” dalam perdagangan dan lomba burung berkicau. Etika kelestarian ini akan dicapai melalui kampanye dan sertifikasi penangkaran burung berkicau untuk kegiatan lomba.

Persoalan muncul, ketika jenis burung yang saat ini paling populer dalam lomba burung berkicau ternyata belum banyak ditangkarkan, sehingga tidak mampu memenuhi permintaan para pelomba burung. Pertanyaan yang kemudian perlu dijawab adalah, “apakah burung yang dipanen dari alam dapat memenuhi kriteria dalam etika kelestarian?”

Petani kopi di bali setelah panen anis merah

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan tatacara dalam praktek pemanenan Anis merah yang memenuhi etika berkelanjutan. Lokasi penelitian dilaksanakan di Bali, tempat praktek pemanenan Anis merah telah berlangsung sejak tahun 2001 dan diduga berlangsung secara berkelanjutan karena telah diatur dalam peraturan adat setempat. Capaian lebih jauh adalah untuk mengetahui peluang praktek pemanenan Anis merah di Bali ini dapat dijadikan sebuah model untuk direplikasi di tempat lain di Indonesia, sebuah negara yang hingga kini masih terus berjuang untuk dapat mengintegrasikan kegiatan konservasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang hidup di daerah pedesaan.

Hasil penelitian selengkapnya dalam bahasa indonesia dapat di download disini.

Film tentang praktek pemanenan anakan Anis Merah di Bali dapat ditonton disini.

Beberapa artikel hasil penelitian ini yang telah dipublikasikan dalam media massa dapat dibaca disini.

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: