Skip to content

Daftar Apendiks CITES

Juli 4, 2011

CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) adalah kesepakatan internasional antar negara dalam perdagangan flora dan fauna (dalam hal ini burung .red.) dan bagian-bagiannya secara internasional. Tujuan kesepakatan internasional ini adalah untuk menjamin bahwa perdagangan burung secara internasional tidak akan mengancam kelestarian jenis-jenis burung yang diperdagangkan.

CITES bekerja dengan menetapkan tiga kategori jenis-jenis burung yang dapat diperdagangkan secara internasional. Ketiga kategori inilah yang kemudian dikenal dengan istilah apendiks CITES,yaitu:

  • Apendiks 1 adalah daftar seluruh jenis burung yang dilarang untuk diperdagangkan secara internasional, kecuali hasil penangkaran dan dalam keadaan tertentu yang dianggap luar biasa. Otoritas pengelola nasional (di Indonesia adalah Kementrian kehutanan cq. Direktur Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (selanjutnya cukup ditulis Dirjen PHKA. Red.)) harus mampu menyediakan bukti bahwa ekspor jenis burung yang telah masuk dalam apendiks 1 tidak akan merugikan populasi di alam. Selain itu, DirJen PHKA juga diharuskan memeriksa izin impor yang dimiliki pedagang, dan memastikan negara pengimpor dapat memelihara jenis burung tersebut dengan layak.
  • Apendiks 2 adalah daftar seluruh jenis burung yang dapat diperdagangkan secara internasional dengan pengaturan khusus, diantaranya adalah penentuan kuota tangkap atau pembatasan jumlah jenis dan individu burung yang dapat dipanen/ditangkap dari alam/habitatnya/tempat hidupnya. Dirjen PHKA harus menyediakan bukti bahwa ekspor jenis burung yang telah masuk dalam apendiks 2 tidak merugikan populasi di alam. Apendiks 2 juga berisi daftar jenis-jenis burung yang dianggap memiliki kenampakan yang mirip dengan jenis-jenis yang ada dalam appendiks 1 karena dikhawatirkan dapat terjadi kekeliruan.
  • Apendiks 3 adalah daftar seluruh jenis burung yang dilindungi di negara tertentu (dalam batas-batas kawasan habitat atau tempat hidupnya), dan dapat dinaikkan peringkatnya ke dalam Apendiks 2 atau Apendiks 1. Jenis burung yang dimasukkan ke dalam Apendiks 3 adalah jenis burung yang diusulkan oleh salah satu negara anggota guna meminta bantuan negara-negara lain yang telah menjadi anggota CITES untuk membantu mengatur perdagangannya. Semua negara anggota CITES hanya boleh melakukan perdagangan terhadap jenis-jenis burung yang ada dalam apendiks 3 dengan izin ekspor yang sesuai dan menggunakan Surat Keterangan Asal (SKA) atau Certificate of Origin (COO).

Setiap negara anggota CITES dapat mengusulkan suatu jenis burung untuk dimasukkan dalam apendiks 1 dan apendiks 2, meskipun habitat atau tempat hidup jenis burung tersebut tidak berada di dalam wilayah negara pengusul. Usulan tersebut akan dibahas dalam konferensi negara-negara anggota CITES (yang biasa disebut dengan Konferensi Para Pihak (COP)) dan dapat disetujui jika didukung 2/3 suara dari seluruh negara anggota. Sampai dengan tahun 2009 tercatat 175 negara yang menjadi anggota CITES dengan enam tingkat keanggotaan yang berbeda. Klik disini untuk mengetahui daftar negara-negara anggota CITES.

Setiap negara dapat mendaftar untuk menjadi anggota CITES. Meskipun CITES mengikat setiap negara anggotanya secara hukum, CITES bukanlah pengganti hukum di tiap negara. CITES hanya menyediakan kerangka dasar yang dapat menjadi acuan bagi setiap negara anggotanya dalam menentukan kebijakan (undang-undang) untuk implementasi CITES di tingkat nasional.

Terdapat empat persyaratan utama yang harus dipenuhi oleh setiap negara yang ingin menjadi anggota CITES,yaitu:(1) keberadaan otoritas pengelola nasional (di Indonesia adalah Dirjen PHKA. Red.) yang bertugas mengatur dan memberikan perijinan, (2) keberadaan otoritas keilmuan (di Indonesia adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bertugas menilai dampak perdagangan terhadap kelestarian jenis burung yang diperdagangkan, (3) hukum yang melarang perdagangan tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi CITES (di Indonesia adalah Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 43 tahun 1978 tentang pengesahan CITES (Lembaran negara tahun 1978 nomor 51), (4) sanksi hukum bagi pelaku perdagangan ilegal dan hukum untuk penyitaan barang bukti (di Indonesia adalah Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya).

Perlu ditegaskan kembali bahwa CITES hanya mengatur kegiatan perdagangan komersial antar negara atau secara internasional, sehingga tidak berlaku untuk kegiatan pertunjukan keliling(sirkus), perdagangan non-komersial (misalnya untuk keperluan kegiatan ilmiah dan pertukaran antar kebun binatang), barang-barang milik pribadi, jenis burung yang sedang transit di negara lain (transit Spesimens), dan individu burung yang diperdagangkan sebelum Konvensi CITES diberlakukan.

 

Berikut adalah daftar jenis-jenis burung yang masuk dalam Appendiks CITES.

Daftar Appendiks I CITES (data diperbarui pada tanggal 27 april 2011)

Jenis-jenis burung di Indonesia :

  1. Asarcornis scutulata Sinonim: Cairina scutulata (Mentok rimba)
  2. Tringa guttifer (Trinil Nordmann)
  3. Mycteria cinerea (Bangau Bluwok)
  4. Caloenas nicobarica (Junai emas)
  5. Buceros bicornis (Enggang papan)
  6. Rhinoplax vigil (Enggang gading)
  7. Rhyticeros subruficollis (Rangkong dompet)
  8. Falco peregrinus (Alap-alap kawah)
  9. Macrocephalon maleo (Maleo senkawor)
  10. Leucopsar rothschildi (Curik Bali)
  11. Cacatua goffiniana (Kakatua tanimbar)
  12. Cacatua moluccensis (Kakatua maluku)
  13. Cacatua sulphurea (Kakatua-kecil Jambul-kuning)
  14. Probosciger aterrimus (Kakatua raja)
  15. Eos histrio (Nuri talaud)
  16. Jenis-jenis burung di luar wilayah Indonesia:

  17. Anas aucklandica* (Auckland Islands Teal)
  18. Anas chlorotis* (Brown Teal)
  19. Anas nesiotis* (Campbell Islands Teal)
  20. Anas laysanensis (Laysan Duck)
  21. Branta canadensis leucopareia (Aleutian Goose atau Canadian Goose ras B. c. leucopareia)
  22. Branta sandvicensis (Hawaiian Goose)
  23. Rhodonessa caryophyllacea (Pink-headed Duck) (mungkin sudah punah)
  24. Glaucis dohrnii (Hook-billed Hermit)
  25. Larus relictus (Relict Gull)
  26. Numenius borealis (Eskimo Curlew)
  27. Numenius tenuirostris (Slender-billed Curlew)
  28. Ciconia boyciana (Oriental White Stork)
  29. Jabiru mycteria (Jabiru)
  30. Geronticus eremita (Northern Bald Ibis)
  31. Nipponia nippon (Japanese Crested Ibis)
  32. Ducula mindorensis (Mindoro Imperial-pigeon)
  33. Aceros nipalensis (Rufous-necked Hornbill)
  34. Aquila adalberti (Spanish Imperial Eagle)
  35. Aquila heliaca (Eastern Imperial Eagle)
  36. Chondrohierax uncinatus wilsonii (Cuban Kite)
  37. Haliaeetus albicilla (White-tailed Sea-eagle)
  38. Harpia harpyja (Harpy Eagle)
  39. Pithecophaga jefferyi (Great Philippine Eagle)
  40. Gymnogyps californianus (California Condor)
  41. Vultur gryphus (Andean Condor)
  42. Falco araeus (Seychelles Kestrel)
  43. Falco jugger (Laggar Falcon)
  44. Falco newtoni (Madagascar Kestrel) (hanya populasi di Seychelles)
  45. Falco pelegrinoides (Barbary Falcon)
  46. Falco punctatus (Mauritius Kestrel)
  47. Falco rusticolus (Gyrfalcon)
  48. Crax blumenbachii (Red-billed Curassow)
  49. Mitu mitu (Alagoas Curassow)
  50. Oreophasis derbianus (Horned Guan)
  51. Penelope albipennis (White-winged Guan)
  52. Pipile jacutinga (Black-fronted Piping-guan)
  53. Pipile pipile (Trinidad Piping-guan)
  54. Catreus wallichii (Cheer Pheasant)
  55. Colinus virginianus ridgwayi (Masked Bobwhite)
  56. Crossoptilon crossoptilon (White Eared-pheasant)
  57. Crossoptilon mantchuricum (Brown Eared-pheasant)
  58. Lophophorus impejanus (Himalayan Monal)
  59. Lophophorus lhuysii (Chinese Monal)
  60. Lophophorus sclateri (Sclater’s Monal)
  61. Lophura edwardsi (Edwards’ Pheasant)
  62. Lophura imperialis (Imperial Pheasant)
  63. Lophura swinhoii (Swinhoe’s Pheasant)
  64. Polyplectron napoleonis (Palawan Peacock-Pheasant)
  65. Rheinardia ocellata (Crested Argus)
  66. Syrmaticus ellioti (Elliot’s Pheasant)
  67. Syrmaticus humiae (Hume’s Pheasant)
  68. Syrmaticus mikado (Mikado Pheasant)
  69. Tetraogallus caspius (Caspian Snowcock)
  70. Tetraogallus tibetanus (Tibetan Snowcock)
  71. Tragopan blythii (Blyth’s Tragopan)
  72. Tragopan caboti (Cabot’s Tragopan)
  73. Tragopan melanocephalus (Western Tragopan)
  74. Tympanuchus cupido attwateri (Attwater’s greater prairie chicken)
  75. Grus americana (Whooping Crane)
  76. Grus canadensis nesiotes (Cuba Sandhill Crane)
  77. Grus canadensis pulla (Mississippi Sandhill Crane)
  78. Grus japonensis (Red-crowned Crane)
  79. Grus leucogeranus (Siberian Crane)
  80. Grus monacha (Hooded Crane)
  81. Grus nigricollis (Black-necked Crane)
  82. Grus vipio (White-naped Crane)
  83. Ardeotis nigriceps (Great Indian Bustard)
  84. Chlamydotis macqueenii (Macqueen’s Bustard)
  85. Chlamydotis undulata (Houbara Bustard)
  86. Houbaropsis bengalensis (Bengal Florican)
  87. Gallirallus sylvestris (Lord Howe Rail)
  88. Rhynochetos jubatus (Kagu)
  89. Atrichornis clamosus (Noisy Scrub-bird)
  90. Cotinga maculata (Banded Cotinga)
  91. Xipholena atropurpurea (White-winged Cotinga)
  92. Carduelis cucullata (Red Siskin)
  93. Pseudochelidon sirintarae (White-eyed River Martin)
  94. Xanthopsar flavus Sinonim: Agelaius flavus (Saffron-cowled Blackbird)
  95. Lichenostomus melanops cassidix (Helmeted Honeyeater)
  96. Dasyornis broadbenti litoralis (Western Rufous Bristlebird)(mungkin telah punah)
  97. Dasyornis longirostris (Western Bristlebird)
  98. Picathartes gymnocephalus (White-necked Picathartes)
  99. Picathartes oreas (Grey-necked Picathartes)
  100. Pitta gurneyi (Gurney’s Pitta)
  101. Pitta kochi (Whiskered Pitta)
  102. Zosterops albogularis (White-chested White-eye)
  103. Fregata andrewsi (Cikalang christmas)
  104. Pelecanus crispus (Dalmatian Pelican)
  105. Papasula abbotti (Angsa-batu christmas)
  106. Campephilus imperialis (Imperial Woodpecker)
  107. Dryocopus javensis richardsi (Tristram’s Woodpecker)
  108. Podilymbus gigas (Atitlan Grebe)
  109. Phoebastria albatrus (Short-tailed Albatross)
  110. Cacatua haematuropygia (Philippine Cockatoo)
  111. Vini ultramarina (Ultramarine Lorikeet)
  112. Amazona arausiaca (Red-necked Amazon)
  113. Amazona auropalliata (Yellow-naped Amazon)
  114. Amazona barbadensis (Yellow-shouldered Amazon)
  115. Amazona brasiliensis (Red-tailed Amazon)
  116. Amazona finschi (Lilac-crowned Amazon)
  117. Amazona guildingii (St Vincent Amazon)
  118. Amazona imperialis (Imperial Amazon)
  119. Amazona leucocephala (Cuban Amazon)
  120. Amazona oratrix (Yellow-headed Amazon)
  121. Amazona pretrei (Red-spectacled Amazon)
  122. Amazona rhodocorytha (Red-browed Amazon)
  123. Amazona tucumana (Tucuman Amazon)
  124. Amazona versicolor (St Lucia Amazon)
  125. Amazona vinacea (Vinaceous Amazon)
  126. Amazona viridigenalis (Red-crowned Amazon)
  127. Amazona vittata (Puerto Rican Amazon
  128. Anodorhynchus spp. (tiga jenis dari genus Anodorhynchus spp.yaitu: Anodorhynchus glaucus (Glaucous Macaw) (mungkin sudah punah), Anodorhynchus hyacinthinus (Hyacinth Macaw), dan Anodorhynchus leari (Lear’s Macaw atau Indigo Macaw)
  129. Ara ambiguus (Great Green Macaw)
  130. Ara glaucogularis (Blue-throated Macaw) (Sering diperdagangkan sebagai jenis Ara caninde)
  131. Ara macao (Scarlet Macaw)
  132. Ara militaris (Military Macaw)
  133. Ara rubrogenys (Red-fronted Macaw)
  134. Cyanopsitta spixii (Spix’s Macaw)
  135. Cyanoramphus cookii (Norfolk Island Parakeet)
  136. Cyanoramphus forbesi (Chatham Parakeet)
  137. Cyanoramphus novaezelandiae (Red-fronted Parakeet)
  138. Cyanoramphus saisseti (New Caledonian Parakeet)
  139. Cyclopsitta diophthalma coxeni (Coxen’s Fig-Parrot)
  140. Eunymphicus cornutus (Horned Parakeet)
  141. Guarouba guarouba (Golden Parakeet)
  142. Neophema chrysogaster (Orange-bellied Parrot)
  143. Ognorhynchus icterotis (Yellow-eared Parrot)
  144. Pezoporus occidentalis (Night Parrot) (mungkin sudah punah)
  145. Pezoporus wallicus (Ground Parrot)
  146. Pionopsitta pileata (Pileated Parrot)
  147. Primolius couloni (Blue-headed Macaw)
  148. Primolius maracana (Blue-winged Macaw)
  149. Psephotus chrysopterygius (Golden-shouldered Parrot)
  150. Psephotus dissimilis (Hooded Parrot)
  151. Psephotus pulcherrimus (Paradise Parrot) (kemungkinan telah punah)
  152. Psittacula echo (Mauritius Parakeet)
  153. Pyrrhura cruentata (Blue-throated Parakeet)
  154. Rhynchopsitta spp. (dua jenis dari genus Rhynchopsitta, yaitu : Rhynchopsitta pachyrhyncha (Thick-billed Parrot ), dan Rhynchopsitta terrisi (Maroon-fronted Parrot)
  155. Strigops habroptilus (Kakapo)
  156. Pterocnemia pennata (Lesser Rhea) (kecuali Pterocnemia pennata pennata (Darwin’s Rhea) yang dimasukkan dalam daftar Appendiks II)
  157. Spheniscus humboldti (Humboldt Penguin)
  158. Heteroglaux blewitti (Forest Owlet)
  159. Mimizuku gurneyi (Giant Scopes Owl)
  160. Ninox natalis (Christmas Island Hawk-owl)
  161. Ninox novaeseelandiae undulata (Norfolk Island Morepork)
  162. Tyto soumagnei (Madagascar Red Owl)
  163. Tinamus solitarius (Solitary Tinamou)
  164. Pharomachrus mocinno (Resplendent Quetzal)

*Taxonomic note Anas aucklandica (Sibley and Monroe 1990, 1993) telah dipisah menjadi tiga jenis berbeda, yaitu A. aucklandica, A. chlorotis dan A. nesiotis oleh Daugherty et al. (1999).

 

Daftar Appendiks II CITES (data diperbarui pada tanggal 27 april 2011)

Jenis-jenis burung di Indonesia :

  1. Goura spp. (Semua jenis dari genus Goura, yaitu: Goura cristata (Mambruk ubiaat), Goura scheepmakeri (Mambruk selatan), dan Goura victoria (Mambruk victoria)
  2. Anorrhinus spp. (Semua jenis dari genus Anorrhinus, diantaranya yang terdapat di Indonesia adalah: Anorrhinus galeritus (Enggang klihingan))
  3. Anthracoceros spp. (Semua jenis dari genus Anthracoceros, diantaranya yang terdapat di Indonesia adalah: Anthracoceros malayanus (Kangkareng hitam), dan Anthracoceros albirostris (Kangkareng perut-putih))
  4. Berenicornis spp. (Semua jenis dari genus Berenicornis, diantaranya yang terdapat di Indonesia adalah: Berenicornis comatus (Enggang jambul))
  5. Buceros spp. (Semua jenis dari genus Buceros kecuali yang sudah terdaftar dalam Appendiks I, diantaranya yang terdapat di Indonesia adalah: Buceros rhinoceros (Enggang cula))
  6. Penelopides spp. (Semua jenis dari genus Penelopides, diantaranya yang terdapat di Indonesia adalah: Penelopides exarhatus (Kangkareng sulawesi))
  7. Rhyticeros spp. (Semua jenis dari genus Rhyticeros kecuali yang sudah terdaftar dalam Appendiks I, diantaranya yang terdapat di Indonesia adalah: Rhyticeros corrugatus (Julang jambul hitam), Rhyticeros cassidix (Julang sulawesi), Rhyticeros undulatus (Julang emas), Rhyticeros plicatus (Julang irian), dan Rhyticeros everetti (Julang sumba).
  8. FALCONIFORMES spp. (Semua jenis dari Ordo FALCONIFORMES, kecuali yang telah terdaftar dalam Appendiks I dan Appendiks III, serta semua jenis dari keluarga CATHARTIDAE. Jenis-jenis yang terdapat di Indonesia, diantaranya adalah: Pandion haliaetus (Elang tiram), Aviceda jerdoni (Baza jerdon), Aviceda subcristata (Baza pasifik), Aviceda leuphotes (Baza hitam), Henicopernis longicauda (Elang ekor-panjang), Pernis ptilorhynchus (Sikep-madu asia), Pernis celebensis (Sikep-madu sulawesi), Macheiramphus alcinus (Elang kelelawar), Elanus caeruleus (Elang tikus), Milvus migrans (Elang paria), Haliastur sphenurus (Elang siul), Haliastur indus (Elang bondol), Haliaeetus leucogaster (Elang-laut perut-putih), Ichthyophaga humilis (Elang-ikan kecil), Ichthyophaga ichthyaetus (Elang-ikan kepala-kelabu), Circaetus gallicus (Elang-ular jari-pendek), Spilornis cheela (Elang-ular bido), Spilornis kinabaluensis (Elang-ular kinabalu), Spilornis rufipectus (Elang-ular sulawesi), Circus assimilis (Elang-rawa tutul), Circus melanoleucos (Elang-rawa tangling), Circus aeruginosus (Elang-rawa katak), Circus spilonotus (Elang-rawa timur), Circus approximans (Elang-rawa coklat), Accipiter trivirgatus (Elang-alap jambul), Accipiter griseiceps (Elang-alap kepala-kelabu), Accipiter badius (Elang-alap shikra), Accipiter soloensis (Elang-alap cina), Accipiter trinotatus (Elang-alap ekor-totol), Accipiter fasciatus (Elang-alap coklat), Accipiter novaehollandiae (Elang-alap kelabu), Accipiter melanochlamys (Elang-alap mantel-hitam), Accipiter henicogrammus (Elang-alap halmahera), Accipiter poliocephalus (Elang-alap pucat-sosonokan), Accipiter gularis (Elang-alap nipon), Accipiter virgatus (Elang-alap besra), Accipiter nanus (Elang-alap kecil), Accipiter cirrhocephalus (Elang-alap kalung), Accipiter erythrauchen (Elang-alap maluku), Accipiter rhodogaster (Elang-alap dada-merah), Accipiter meyerianus (Elang-alap meyer), Accipiter buergersi (Elang-alap bahu-coklat), Accipiter doriae (Elang-alap doria), Butastur liventer (Elang sayap-coklat), Butastur indicus (Elang kelabu), Buteo buteo (Elang buteo), Harpyopsis novaeguineae (Rajawali papua), Ictinaetus malayensis (Elang hitam), Aquila gurneyi (Rajawali kuskus), Aquila audax (Rajawali ekor-baji), Aquila clanga (Rajawali totol), Hieraaetus fasciatus (Elang bonelli), Hieraaetus pennatus (Elang setiwel), Hieraaetus morphnoides (Elang kecil), Hieraaetus kienerii (Elang perut-karat), Spizaetus cirrhatus (Elang brontok), Spizaetus floris (Elang flores), Spizaetus bartelsi (Elang jawa), Spizaetus lanceolatus (Elang sulawesi), Spizaetus alboniger (Elang gunung), Spizaetus nanus (Elang wallace), Microhierax fringillarius (Alap-alap capung), Falco berigora (Alap-alap coklat), Falco tinnunculus (Alap-alap erasia), Falco moluccensis (Alap-alap sapi), Falco cenchroides (Alap-alap layang), Falco subbuteo (Alap-alap walet), Falco severus (Alap-alap macan), dan Falco longipennis (Alap-alap australia).
  9. Argusianus argus (Kuau raja)
  10. Pavo muticus (Merak hijau)
  11. Polyplectron schleiermacheri (Kuau-kerdil kalimantan)
  12. Gruidae spp. (Semua jenis dari keluarga GRUIDAE, kecuali yang telah terdaftar dalam Appendiks I. Hanya ada satu jenis dari Indonesia, yaitu Grus rubicunda (Jenjang brolga))
  13. Otididae spp. (Semua jenis dari keluarga OTIDIDAE, kecuali yang telah terdaftar dalam Appendiks I. Hanya ada satu jenis dari Indonesia, yaitu Ardeotis australis (Kalkun-padang australia))
  14. Cyornis ruckii (Sikatan aceh)
  15. Leiothrix argentauris (Mesia telinga-perak)
  16. Paradisaeidae spp. (Semua jenis dari keluarga PARADISAEIDAE, diantarannya yang terdapat di Indonesia adalah Loria loriae (Cendrawasih loria), Loboparadisea sericea (Cendrawasih sutera), Cnemophilus macgregorii (Cendrawasih jambul), Macgregoria pulchra (Cendrawasih elok), Lycocorax pyrrhopterus (Cendrawasih gagak), Manucodia ater (Manucodia kilap), Manucodia jobiensis (Manukodia jobi), Manucodia chalybata (Manukodia leher-keriting), Manucodia keraudrenii (Manukodia terompet), Ptiloris magnificus (Toowa cemerlang), Semioptera wallacei (Bidadari halmahera), Seleucidis melanoleuca (Cendrawasih mati-kawat), Paradigalla carunculata (Paradigalla ekor-panjang), Paradigalla brevicauda (Paradigalla ibinimi), Epimachus albertisi (Paruh-sabit ekor-kuning), Epimachus bruijnii (Paruh-sabit paruh-putih), Epimachus fastosus (Paruh-sabit kurikuri), Epimachus meyeri (Paruh-sabit coklat), Astrapia nigra (Astrapia arfak), Astrapia splendidissima (Astrapia cemerlang), Lophorina superba (Cendrawasih kerah), Parotia sefilata (Parotia arfak), Parotia carolae (Parotia carola), Pteridophora alberti (Cendrawasih panji), Cicinnurus regius (Cendrawasih raja), Cicinnurus magnificus (Cendrawasih belah-rotan), Cicinnurus respublica (Cendrawasih botak), Paradisaea apoda (Cendrawasih besar), Paradisaea minor (Cendrawasih kecil), dan Paradisaea rubra (Cendrawasih merah)
  17. Pitta guajana (Paok pancawarna)
  18. Pitta nympha (Paok bidadari)
  19. Pycnonotus zeylanicus (Cucakrawa)
  20. Gracula religiosa (Tiong emas)
  21. PSITTACIFORMES spp. (Semua jenis dari Ordo PSITTACIFORMES, kecuali yang telah terdaftar dalam Appendiks I dan empat jenis yang tidak tercatat dalam daftar Appendiks, yaitu: Rosy-faced Lovebird (Agapornis roseicollis), Budgerigar (Melopsittacus undulatus), Cockatiel (Nymphicus hollandicus) dan Rose-ringed Parakeet (Psittacula krameri). Jenis-jenis dari Ordo PSITTACIFORMES yang terdapat di Indonesia dan tercatat dalam daftar Appendiks II ini diantaranya adalah: Chalcopsitta atra (Nuri hitam), Chalcopsitta sintillata (Nuri aru), Chalcopsitta duivenbodei (Nuri coklat), Eos cyanogenia (Nuri sayap-hitam), Eos reticulata (Nuri tanimbar), Eos squamata (Nuri kalung-ungu), Eos rubra (Nuri maluku), Eos semilarvata (Nuri telinga-biru), Trichoglossus ornatus (Perkici dora), Trichoglossus haematodus (Perkici pelangi), Trichoglossus forsteni (Perkici dada-merah), Trichoglossus weberi (Perkici flores), Trichoglossus capistratus (Perkici oranye), Trichoglossus flavoviridis (Perkici kuning-hijau), Trichoglossus rubritorquis (Perkici leher-merah), Trichoglossus euteles (Perkici timor), Psitteuteles iris (Perkici iris), Psitteuteles goldiei (Perkici lembayung), Pseudeos fuscata (Nuri kelam), Lorius lory (Kasturi kepala-hitam), Lorius domicella (Kasturi tengkuk-ungu), Lorius garrulus (Kasturi ternate), Charmosyna toxopei (Perkici buru), Charmosyna placentis (Perkici dagu-merah), Charmosyna rubronotata (Perkici kepala-merah), Charmosyna multistriata (Perkici garis), Charmosyna wilhelminae (Perkici kerdil), Charmosyna pulchella (Perkici punggung-hitam), Charmosyna josefinae (Perkici josephina), Charmosyna papou (Perkici papua), Oreopsittacus arfaki (Perkici arfak), Neopsittacus musschenbroeki (Perkici paruh-kuning), Neopsittacus pullicauda (Perkici paruh-jingga), Psittaculirostris desmarestii (Nuri-ara besar), Psittaculirostris salvadorii (Nuri-ara pipi-kuning), Psittaculirostris edwardsii (Nuri-ara edward), Opopsitta gulielmitertii (Nuri-ara dada-jingga), Opopsitta diophthalma (Nuri-ara mata-ganda), Micropsitta bruijnii (Nuri-kate dada-merah), Micropsitta keiensis (Nuri-kate topi-kuning), Micropsitta geelvinkiana (Nuri-kate geelvink), Micropsitta pusio (Nuri-kate pusio), Cacatua galerita (Kakatua koki), Cacatua alba (Kakatua putih), Cacatua sanguinea (Kakatua rawa), Psittrichas fulgidus (Nuri kabare), Eclectus roratus (Nuri bayan), Geoffroyus geoffroyi (Nuri pipi-merah), Geoffroyus simplex (Nuri kalung-biru), Prioniturus flavicans (Kring-kring dada-kuning), Prioniturus platurus (Kring-kring bukit), Prioniturus mada (Kring-kring buru), Tanygnathus lucionensis (Betet-kelapa filipina), Tanygnathus sumatranus (Betet-kelapa punggung-biru), Tanygnathus gramineus (Betet-kelapa buru), Tanygnathus megalorynchos (Betet-kelapa paruh-besar), Psittacula alexandri (Betet biasa), Psittacula longicauda (Betet ekor-panjang), Aprosmictus jonquillaceus (Nuri-raja kembang), Aprosmictus erythropterus (Nuri-raja papua), Alisterus amboinensis (Nuri-raja ambon), Alisterus chloropterus (Nuri-raja sayap-kuning), Psittacella brehmii (Nuri-macan brehm), Psittacella picta (Nuri-macan berbiru), Psittacella modesta (Nuri-macan sederhana), Psittacella madaraszi (Nuri-macan madarasz), Psittinus cyanurus (Nuri tanau), Loriculus galgulus (Serindit melayu), Loriculus stigmatus (Serindit sulawesi), Loriculus sclateri (Serindit sula), Loriculus amabilis (Serindit maluku), Loriculus catamene (Serindit sangihe), Loriculus aurantiifrons (Serindit papua), Loriculus exilis (Serindit paruh-merah), Loriculus flosculus (Serindit flores), dan Loriculus pusillus (Serindit jawa).
  22. STRIGIFORMES spp. (Semua jenis dari Ordo STRIGIFORMES, kecuali yang telah terdaftar dalam Appendiks I. Jenis-jenis yang terdapat di Indonesia, diantaranya adalah: Tyto alba (Serak jawa), Tyto rosenbergii (Serak sulawesi), Tyto inexspectata (Serak minahasa), Tyto nigrobrunnea (Serak taliabu), Tyto sororcula (Serak kecil), Tyto novaehollandiae (Serak australia), Tyto tenebricosa (Serak hitam), Tyto longimembris (Serak padang), Phodilus badius (Serak bukit), Otus sagittatus (Celepuk besar), Otus rufescens (Celepuk merah), Otus spilocephalus (Celepuk gunung), Otus manadensis (Celepuk sulawesi), Otus siaoensis (Celepuk siau), Otus collari (Celepuk sangihe), Otus alfredi (Celepuk flores), Otus angelinae (Celepuk jawa), Otus umbra (Celepuk simalur), Otus enganensis (Celepuk enggano), Otus sunia (Celepuk asia), Otus magicus (Celepuk maluku), Otus beccarii (Celepuk biak), Otus brookii (Celepuk raja), Otus lempiji (Celepuk reban), Otus mentawi (Celepuk mentawai), Otus silvicola (Celepuk wallacea), Bubo sumatranus (Beluk jampuk), Ketupa ketupu (Beluk ketupa), Glaucidium brodiei (Beluk-watu gunung), Glaucidium castanopterum (Beluk-watu jawa), Uroglaux dimorpha (Punggok papua), Ninox ios (Pungguk merah-tua), Ninox burhani (Pungguk togian), Ninox sumbaensis (Pungguk sumba), Ninox rufa (Punggok merah), Ninox connivens (Pungguk gonggong), Ninox rudolfi (Pungguk wengi), Ninox boobook (Pungguk kokodok), Ninox scutulata (Pungguk coklat), Ninox ochracea (Pungguk oker), Ninox squamipila (Pungguk maluku), Ninox theomacha (Pungguk papua), Ninox punctulata (Pungguk tutul), Strix seloputo (Kukuk seloputo), dan Strix leptogrammica (Kukuk beluk).
  23. Jenis-jenis burung di luar wilayah Indonesia:

  24. Anas bernieri (Madagascar Teal)
  25. Anas formosa (Baikal Teal)
  26. Branta ruficollis (Red-breasted Goose)
  27. Coscoroba coscoroba (Coscoroba Swan)
  28. Cygnus melancoryphus (Black-necked Swan)
  29. Dendrocygna arborea (West Indian Whistling-duck)
  30. Oxyura leucocephala (White-headed Duck)
  31. Sarkidiornis melanotos (Comb Duck)
  32. Trochilidae spp. (Hummingbirds) (Semua jenis dari keluarga TROCHILIDAE, kecuali yang sudah masuk dalam Appendiks I)
  33. Balaeniceps rex (Shoebill)
  34. Ciconia nigra (Black Stork)
  35. Phoenicopteridae spp. (Flamingo) (Semua jenis dari keluarga PHOENICOPTERIDAE)
  36. Eudocimus ruber (Scarlet Ibis)
  37. Geronticus calvus (Southern Bald Ibis)
  38. Platalea leucorodia (Eurasian Spoonbill)
  39. Gallicolumba luzonica (Luzon Bleeding-heart)
  40. Aceros spp. (Semua jenis dari genus Aceros, kecuali yang sudah masuk dalam Appendiks I)
  41. Tauraco spp. (Semua jenis dari genus Tauraco)
  42. Gallus sonneratii (Grey Junglefowl)
  43. Ithaginis cruentus (Blood Pheasant)
  44. Polyplectron bicalcaratum (Grey Peacock-pheasant)
  45. Polyplectron germaini (Germain’s Peacock-pheasant)
  46. Polyplectron malacense (Malayan Peacock-Pheasant)
  47. Rupicola spp. (Semua jenis dari genus Rupicola)
  48. Gubernatrix cristata (Yellow Cardinal)
  49. Paroaria capitata (Yellow-billed Cardinal)
  50. Paroaria coronata (Red-crested Cardinal)
  51. Tangara fastuosa (Seven-colored Tanager)
  52. Amandava formosa (Green Avadavat)
  53. Lonchura oryzivora (Java Sparrow)
  54. Poephila cincta cincta (Black-throated Finch)
  55. Carduelis yarrellii (Yellow-faced Siskin)
  56. Garrulax canorus (Chinese Hwamei)
  57. Garrulax taewanus (Taiwan Hwamei)
  58. Leiothrix lutea (Red-billed Leiothrix)
  59. Liocichla omeiensis (Omei Shan Liocichla)
  60. Pteroglossus aracari (Black-necked Aracari)
  61. Pteroglossus viridis (Green Aracari)
  62. Ramphastos sulfuratus (Keel-billed Toucan)
  63. Ramphastos toco (Toco Toucan)
  64. Ramphastos tucanus (White-throated Toucan)
  65. Ramphastos vitellinus (Channel-billed Toucan)
  66. Pterocnemia pennata pennata (Darwin’s Rhea)
  67. Rhea americana (Greater Rhea)
  68. Spheniscus demersus (Jackass Penguin)

 

Daftar Appendiks III CITES (data diperbarui pada tanggal 27 april 2011).

Tidak ada jenis burung dari Indonesia :

  1. Cairina moschata (Muscovy Duck) (Honduras)
  2. Dendrocygna autumnalis (Black-bellied Whistling-Duck) (Honduras)
  3. Dendrocygna bicolor (Fulvous Whistling-duck) (Honduras)
  4. Burhinus bistriatus (Double-striped Thick-knee) (Guatemala)
  5. Nesoenas mayeri (Pink Pigeon) (Mauritius)
  6. Sarcoramphus papa (King Vulture) (Honduras)
  7. Crax alberti (Blue-billed Curassow) (Colombia)
  8. Crax daubentoni (Yellow-knobbed Curassow) (Colombia)
  9. Crax globulosa (Wattled Curassow) (Colombia)
  10. Crax rubra (Great Curassow) (Colombia, Costa Rica, Guatemala, Honduras)
  11. Ortalis vetula (Plain Chachalaca) (Guatemala, Honduras)
  12. Pauxi pauxi  (Helmeted Curassow) (Colombia)
  13. Penelope purpurascens (Crested Guan) (Honduras)
  14. Penelopina nigra (Highland Guan) (Guatemala)
  15. Meleagris ocellata (Ocellated Turkey) (Guatemala)
  16. Tragopan satyra (Satyr Tragopan) (Nepal)
  17. Cephalopterus ornatus (Amazonian Umbrellabird) (Colombia)
  18. Cephalopterus penduliger (Long-wattled Umbrellabird) (Colombia)
  19. Acrocephalus rodericanus (Rodriguez Brush-Warbler) (Mauritius)
  20. Terpsiphone bourbonnensis (Mascarene Paradise-flycatcher) (Mauritius)
  21. Semnornis ramphastinus (Toucan-barbet) (Colombia)
  22. Baillonius bailloni (Saffron Toucanet) (Argentina)
  23. Pteroglossus castanotis (Chestnut-eared Araçari) (Argentina)
  24. Ramphastos dicolorus  (Red-breasted Toucan)  (Argentina)
  25. Selenidera maculirostris (Spot-billed Toucanet) (Argentina)

 

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: