Skip to content

Serak Jawa

Juli 10, 2011

Tyto alba sumbaensis by Lars Peterson @ Sumba

Barn Owl
Tyto alba Scopoli, 1769

Nama Lokal :
Daris (Jawa)
Buwek, Hingkik, Serak (Sunda)
Hantu, Lang malam, Pongo, Ponggok, Serak, Toohook (Melayu)

Deskripsi:
Berukuran besar (34 cm), mudah dikenali sebagai barung hantu putih. Muka putih, berbentuk hati dan lebar. Tubuh bagian atas kuning bertanda merata, tubuh bagian bawah putih dengan bintik-bintik hitam keseluruhan. Warna umumnya bervariasi. Remaja : Kuning lebih gelap.
Iris coklat, paruh dan kaki kuning kotor.

Suara :
Keras, parau, teriakan bernada tinggi :”whiiikh” atau “se-rak”. Juga Suara tinggi “ke-ke-ke-ke”(DAH).

Penyebaran global dan Ras:
Tersebar luas di seluruh dunia, ada 28 sub-spesies yang sudah dikenali, tiga diantaranya dapat ditemui di Indonesia:

  • alba (Scopoli, 1769) – Eropa Barat & Selatan (termasuk P. Balearik dan Sisilia) sampai Turki Utara; juga di P. Canary (Tenerife, Gran Canaria, El Hierro), dan Afrika Utara dari Maroko sampai Mesir (kecuali Sinai), ke Selaran sampai Mauritania Utara, Aljazair, Nigeria (Aïr Massif) dan Sudan Timur-laut.
  • guttata (C. L. Brehm, 1831) – Eropa Tengah ke timur sampai Latvia, Lithuania dan Ukraina, ke tenggara sampai Albania, Macedonia, Romania and Yunanu Timur-laut.
  • ernesti (Kleinschmidt, 1901) – Sardinia dan Corsica.
  • erlangeri W. L. Sclater, 1921 – Crete dan pulau-pulau yang lebih kecil di Yunani Selatan, Siprus dan sebagian kecil kawasan di Suriah, Iran, Mesir (Sinai) dan semenanjung Arab.
  • schmitzi (Hartert, 1900) – Madeira dan Porto Santo.
  • gracilirostris (Hartert, 1905) – Kep. Kanari bagian timur (Fuerteventura, Lanzarote, Lobos, Montaña Clara, Alegranza).
  • detorta Hartert, 1913 – Kep. Cape Verde.
  • affinis (Blyth, 1862) – Afrika dari ujung selatan sahara, termasuk Zanzibar,  Pemba, Madagaskar dan Kep. Comoro.
  • poensis (Fraser, 1842) – P. Bioko.
  • thomensis (Hartlaub, 1852) – P. São Tomé.
  • stertens Hartert, 1929 – Sub-benua India ke selatan sampai Sri Lanka Utara, ke timur sampai Yunnan, Vietnam, dan Thailan Selatan.
  • deroepstorffi (Hume, 1875) – Kep. Andaman Selatan.
  • meeki (Rothschild & Hartert, 1907) – Papua Nugini Timur dan pulau-pulau disekitar Kep. Manam dan Karkar.
  • crassirostris Mayr, 1935 – Kep. Tanga (Timur Gugus kepulauan Bismarck).
  • interposita Mayr, 1935 – Kep. Santa Cruz, Kep. Banks, N Vanuatu (ke selatan ke Efate).
  • pratincola (Bonaparte, 1838) – Kanada Selatan ke selatan sampai Meksiko; juga Bermuda, Bahamas dan Hispaniola.
  • guatemalae (Ridgway, 1874) – Guatemala dan mungkin sampai Meksiko selatan dan Panama (termasuk Kep. Pear), mungkin juga di Kolombia Barat.
  • bondi Parkes & Phillips, 1978 – Kep. Bay (Roatán, Guanaja), Utara jauh Honduras.
  • furcata (Temminck, 1827) – Kuba, Cayman Is and Jamaika.
  • niveicauda Parkes & Phillips, 1978 – I of Pines.
  • bargei (Hartert, 1892) – Curaçao, dan mungkin di Bonaire.
  • punctatissima (G. R. Gray, 1838) – Kep. Galapagos.
  • contempta (Hartert, 1898) – Venezuela Barat, Colombia (kecuali bagian barat?), Ekuador dan Peru.
  • hellmayri Griscom & Greenway, 1937 – Venezuela Timur (termasuk P.  Margarita) melalui Guianas ke Brazil Utara (keselatan menuju Amazon); juga di Trinidad Tobago.
  • tuidara (J. E. Gray, 1829) – Brazil (Bagian selatan Amazon) ke selatan sampai Tierra del Fuego dan Kep. Falkland.

Sub-spesies lokal dan persebarannya :

  • javanica (J. F. Gmelin, 1788) – Semenanjung Malaysia sampai Sunda Besar (termasuk Krakatau, Kep. Seribu, P. Kangean, dan mungkin Kalimantan Selatan) dan ke timur sampai Alor, Tanahjampea, Kalau dan Kalaotoa.
  • sumbaensis (Hartert, 1897) – Sumba.
  • delicatula (Gould, 1837) – Sawu, Roti(?), Timor, Jaco, Wetar, Kep. Kisar dan Tanimbar; Australia dan pulau-pulau di lepas pantainya; Long Island dan mungkin di  New Britain dan New Ireland; juga Nissan, Buka, Solomon (including Bougainville), Vanuatu Selatan (Erromanga, Tanna, Aneityum), New Caledonia, Kep. Loyalty , Fiji (ke utara sampai Rotuma), Tonga (ke utara sampai Niafo’ou), Wallis and Kep. Futuna , Niue , Samoa barat dan Samoa.

Tyto alba javanica by Imam T. @ kampus UNY

Penyebaran lokal dan status :
Tidak umum di dataran rendah Sumatera, Jawa, dan Bali, sampai ketinggian 800 m. Tidak tercatat di Kalimantan, tetap tersebar di Sumatera bagian tengah dan selatan (mungkin akibat penebangan hutan) dan ada kemungkinan masuk ke Kalimantan Selatan.

Kebiasaan :
Sepanjang hari bersembunyi dalam lubang yan gelap di rumah,pohon, gua, karang, atau vegetasi lain yang rapat (termasuk hutan mangrove). Muncul pada sore hari melewati daerah terbuka, terbang rendah dengan kepakan tanpa suara. Bersarang dilubang-lubang pohon atau gedung.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan internasional: Appendix II, hanya hasil penangkaran yang boleh diperdagangkan
Perlindungan:

Galeri
Foto Biodiversity Indonesia
Semarang Bird Web

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: