Skip to content

Kakatua-kecil Jambul-kuning

Juli 13, 2011

Cacatua sulphurea parvula, P. Komodo by Lars Peterson

 

Yellow-crested Cockatoo
Cacatua sulphurea (Gmelin, 1788)
Catala (Sulawesi), Kea-kea (Buton), Wela-wela (Muna)

Deskripsi :
Berukuran besar (33 cm), ribut, mencolok, berwarna putih. Jambul kuning, panjang-tegak, pipi kuning. Iris coklat gelap, paruh hitam, kaki abu-abu gelap.

Suara :
Teriakan keras dan kasar: “kerk-kerk-kerk” serta siulan-siulan.

Kebiasaan :
Hidup berpasangan atau berkelompok dalam jumlah kecil. Sangat mencolok ketika terbang, dengan kepakan sayap yang cepat dan kuat diselingi gerakan melayang serta saling meneriaki. Bila sedang bersuara dari tempat bertengger, jambul ditegakkan lalu diturunkan. Jenis ini tertekan dengan ledakan populasi yang mengejutkan selama 10-15 tahun terakhir, akibat penangkapan yang berlebihan untuk perdagangan burung dalam sangkar, dan sekarang langka akibat kegiatan ini. Menghuni hutan primer dan sekunder yang tinggi dan tepi hutan; juga hutan monsun (Nusa Tenggara), hutan yang tinggi bersemak, semak yang pohonnya jarang dan lahan budidaya yang pohonnya jarang. Dari permukaan laut sampai ketinggian 900 m (Sulawesi), 1520 m (Lombok), 1000 m (Sumbawa), 700 m (Flores), 950+ m (Sumba) dan 500+ m (Timor).

Penyebaran Global :
Endemik di Sulawesi dan Nusa Tenggara. Diintroduksi ke Singapura dan Hongkong.

Penyebaran lokal :
Terdapat di P. Nusa Penida, lepas pantai P. Bali. Ras abbotti yang sangat jarang terdapat di P. Masalembu Besar, L. Jawa. Kadang-kadang terlihat di Jawa dan Bali, kemungkinan burung yang lepas dari peliharaan.
Empat subjenis yang sudah dikenali:

  • C.s. sulphurea (J. F. Gmelin, 1788) – Sulawesi, Muna, Butung, Tukangbesi, Tanahjampea, Kayuadi, Kalao, Madu and Kalaotoa.
  • C.s. abbotti (Oberholser, 1917) – Pulau Masakambing (tinggal 5 ekor saat survey tahun 1999) dan sudah punah di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep (ujung utara P. Madura).
  • C.s. parvula (Bonaparte, 1850) –  Pulau Sumbawa, Komodo, Padar, Rinca, Flores, Pantar, Alor, Semau dan Timor; juga di Lombok dan Nusa Penida (mungkin sudah punah di kedua pulau tersebut).
  • C.s. citrinocristata (Fraser, 1844) – Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Status :
Daftar merah IUCN             : Kritis (CR)
Perdagangan internasional : Appendix I, hanya hasil penangkaran yang boleh diperdagangkan
Perlindungan                        : PP  No. 7/1999

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: