Skip to content

Burung-madu Sriganti

Juli 19, 2011

Cinnyris jugularis ornatus, Trisik-Yogyakarta, by Imam T.

 

Olive-Backed Sunbirds
Cinnyris jugularis (Linnaeus, 1766) Sinonim: Nectarinia jugularis (Linnaeus, 1766)

Deskripsi:
Berukuran kecil (10 cm), berperut kuning terang. Jantan dagu dan dada hitam-ungu metalik, punggung hijau-zaitun. Betina: tanpa warna hitam, tubuh bagian atas hijau zaitun, tubuh bagian bawah kuning, alis biasanya kuning muda.
Iris coklat tua, paruh dan kaki hitam

Suara:
Kerikan musikal: “ciip,ciip, chii wiit” dan suatu melodi pendek yang diakhiri dengan getaran nyaring.

 

Cinnyris jugularis frenatus, Ternate-Maluku Utara, by Ghazali H.

Kebiasaan :
Ribut. Dalam kelompok kecil, berpindah-pindah dari satu pohon atau semak berbunga ke yang lainnya. Jantan kadang-kadang berkejar-kejaran mondar-mandir dengan galak. Mengunjungi pekarangan, semak pantai, dan hutan mangrove. Mendatangi bunga Loranthus, Morinda, pohon pepaya, dan lain-lain.

Makanan :
Terutama memakan nektar, serangga kecil, dan laba-laba

Perkembangbiakan :
Sarang berbentuk kantung dari rumput yang tergantung pada dahan yang rendah dan terjalin dengan kapas alang-alang. Telur 2 butir berwarna keputihan berbintik abu-abu putih. Berbiak sepanjang tahun.

Penyebaran global dan Ras :
Cina, Asia tenggara, Filipina, Semenanjung Malaysia, dan Indonesia, sampai P. Irian dan Australia. Terdapat 22 sub-species yang sudah teridentifikasi, dimana 11 diantaranya berada di wilayah Indonesia. Daftar nama sub-spesies beserta daerah persebarannya adalah sebagai berikut:

  • C.j. flammaxillaris (Blyth, 1845) – Myanmar, Thailand, Indochina (kecuali bagian utara) dan semenanjung utara Malaysia (ke selatan sampai Penang dan Kuantan); mungkin juga tersebar di Bangladesh Barat sampai Tenggara.
  • C.j. rhizophorae (Swinhoe, 1869) – China Selatan (Yunnan Selatan, Guanxi, Guangdong, Hainan I) dan Vietnam Utara.
  • C.j. andamanicus (Hume, 1873) – Kep. Andaman.
  • C.j. proselius (Oberholser, 1923) – Kep. Nicobar Utara (Car Nicobar).
  • C.j. blanfordi (Stuart Baker, 1921) – Katchal dan Kondol (di Kep. Nicobar).
  • C.j. klossi (Richmond, 1902) – Kep. Nicobar (kecuali Car Nicobar, Katchal and Kondol).
  • C.j. ornatus (Lesson, 1827) – Semenanjung Malaysia bagian tengah dan selatan (ke selatan sampai Penang dan Kuantan), Sumatra dan pulau-pulau satelitnya, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sunda Kecil (kecuali Sumba, Timor dan beberapa pulau kecil), mungkin juga terdapat di P. Tanimbar.
  • C.j. obscurior (Ogilvie-Grant, 1894) – Filipina Utara (Luzon Utara).
  • C.j. jugularis (Linnaeus, 1766) – Filipina (kecuali Luzon Utara, Filipina Barat Daya dan Kep. Sulu).
  • C.j. aurora (Tweeddale, 1878) – Filipina Barat Daya (Calauit, Busuanga, Culion, Dumaran, Palawan, Ursula, Balabac, Lumbucan), termasuk kepulauan di Laut Sulu Utara (Agutaya, Cuyo, Cagayancillo).
  • C.j. woodi (Mearns, 1909) – Gugus Kepulauan Sulu (Balukbaluk, Jolo, Dammai, Simaluc, Siasi, Tawi-Tawi, Sanga Sanga, Bongao, Papahag, Simunul, Manuk Manka, Sitanki, Omapoy, Sibutu, Tumindao, Saluag, Tres Islas), dan Filipina Selatan.
  • C.j. flavigastra (Gould, 1843) – Gugus Kep. Bismarck dan Kep. Solomon.

Sub-spesies lokal dan persebarannya :
Burung-madu yang paling umum di daerah dataran rendah terbuka, kadang-kadang sampai ketinggian 1.700 m di seluruh Sunda Besar (termasuk pulau-pulau kecil di sekitarnya). Sebelas sub-spesies yang berada di kawasan Indonesia adalah sebagai berikut :

  • C.j. ornatus (Lesson, 1827) – Semenanjung Malaysia bagian tengah dan selatan (ke selatan sampai Penang dan Kuantan), Sumatra pulau-pulau satelitnya, Kalimantan, Jawa, Bali dan Sunda Kecil (kecuali Sumba, Timor and beberapa pulau kecil), mungkin juga terdapat di P. Tanimbar.
  • C.j. polyclystus (Oberholser, 1912) – P. Enggano, ujung barat Sumatera.
  • C.j. plateni (A. W. H. Blasius, 1885) – Kep. Talaud, P. Sangihe, P. Siau, dan Sulawesi (termasuk Manadotua, Manterawu, Bangka, Kep. Togian dan Salayar).
  • C.j. robustirostris (Mees, 1964) – Gugus Kepulauan Banggai dan Kep. Sula (timur jauh Sulawesi).
  • C.j. infrenatus (E. J. O. Hartert, 1903) – Butung, P. Hoga dan Kep. Tukangbesi, tenggara jauh Sulawesi.
  • C.j. teysmanni (Büttikofer, 1893) – Kepulauan di laut Flores (Tanahjampea, Kalao, Bonerate, Kalaotoa dan Madu).
  • C.j. frenatus (S. Müller, 1843) – Maluku Utara (Morotai, Halmahera, Ternate, Mare, Moti, Kayoa, Bacan, Obi dan Gomumu, mungkin juga di Bisa) ke timur sampai Papua (kecuali daerah pesisir utara), Kep. Aru, Gugus Pulau D’Entrecasteaux dan Timur Laut Australia (U & T Queensland).
  • C.j. buruensis (E. J. O. Hartert, 1910) – Buru, di Maluku Selatan.
  • C.j. clementiae (Lesson, 1827) – Boano, Seram, Ambon, Saparua, Nusa Laut dan Kep. Watubela.
  • C.j. keiensis (Stresemann, 1913) – Kep. Kai.
  • C.j. idenburgi (Rand, 1940) – Papua Utara (Jaringan sungai membramo ke timur sampai sungai Ramu).

Status :
Daftar merah IUCN             : Kurang Mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan internasional : 
Perlindungan                        : PP  No. 7/1999

Kunjungi FOBI untuk melihat galeri foto Burung-madu sriganti yang lebih lengkap.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: