Skip to content

YKI Mendampingi Kegiatan Birdwatching di Batu Hijau

Agustus 9, 2011

Suasana pengamatan di area Pond Benete, Batu Hijau, pada Sabtu (23/7)

Di Sabtu (23/7) pagi yang cerah, area Pond (kolam) Benete tampak ramai. Kawasan lahan basah yang tak seberapa luas itu dipenuhi sekitar 50 pelajar tingkat SD dan SMP. Mereka terlihat asyik mengamati beragam jenis burung dengan teropongnya.

Beberapa yang lain sibuk membuat sketsa burung. Sesekali terdengar diskusi seru tentang ciri-ciri burung yang mereka jumpai. Para pendamping membantu mencocokkan hasil pengamatan mereka dengan buku panduan yang tersedia.

“Aku lihat burung!” ujar salah satu peserta. “Iya, itu, tengger di bambu. Warnanya biru, tapi perutnya putih. Bagus banget,” ungkapnya.  “Burung apa itu?” Tanyanya penasaran.

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu kerap terdengar. Para peserta memang tampak begitu antusias dan bersemangat melihat beragam jenis burung, seperti cangak abu (Ardea cinerea), blekok sawah (Ardeola speciosa) dan itik benjut (Anas gibberifrons). Apalagi begitu melihat cekakak suci (Halcyon sancta) dan kirik-kirik australia (Merops ornatus) yang penuh warna atau elang bondol (Haliastur indus) yang terbang meluncur dengan gagahnya.

Trainer dari YKI melatih peserta untuk membuat sketsa burung dalam sesi materi ruang.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (22-24 Juli 2011) tersebut terdiri dari tiga sesi. Di hari pertama, para pelajar yang berasal dari Sekolah Buin Batu, Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat itu terlebih dahulu mendapatkan materi ruang. Trainer dari Yayasan Kutilang Indonesia (YKI) memberikan penjelasan mengenai teknik-teknik mengamati burung di alam, termasuk pembekalan singkat mengenai cara membuat sketsa burung.

Setelah melakukan pengamatan burung di hari kedua, pada hari terakhir para peserta mengikuti kompetisi. Mereka berlomba untuk menemukan sebanyak-banyaknya jenis burung di area Townsite (pemukiman) Batu Hijau. Setiap burung yang ditemukan harus mereka tuliskan namanya, lengkap dengan sket dan deskripsi.

Dalam lomba yang berlangsung sekitar 3 jam itu, Angelina Salvita, pelajar kelas 7, tampil sebagai juara. Sebenarnya dari segi kuantitas tidak banyak jenis burung yang dijumpainya. Namun, tidak sebagaimana umumnya peserta, Angel mampu membuat sket burung dengan deskripsi yang cukup lengkap dan detil. Pada setiap jenis burung yang dijumpainya terdapat informasi mengenai ukuran, bentuk dan bahkan perilaku.

Para peserta pengamatan burung berfoto bersama di akhir acara.

Kegiatan yang diselenggarakan Divisi Lingkungan Hidup PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) ini telah dilaksanakan dua kali. Sebelumnya, pada tahun 2005, YKI juga terlibat dalam kegiatan yang sama. Bagi anak-anak, kegiatan mengamati burung tentu sangat bermanfaat dalam meningkatkan kepedulian mereka akan alam. Dengan mengenali beragam jenis burung yang ada di lingkungan sekitar mereka, para pelajar ini dapat mengenal lebih dekat dan mencintai alam sekitarnya dari sedini mungkin.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: