Skip to content

Alap-alap Erasia

Agustus 17, 2011

Alap-alap Erasia © Attila Deaks

Common Kestrel
Falco tinnunculus (Linnaeus, 1758)

© Magnus von Wright

Deskripsi:
Berukuran kecil (33 cm), berwarna coklat. Jantan: mahkota dan tengkuk abu-abu, ekor abu-abu kebiruan tanpa garis. Tubuh bagian atasnya merah karat dan sedikit bergaris hitam, tubuh bagian bawah kuning kerbau bercoretkan hitam. Betina: ukuran lebih besar, tubuh bagian atas seluruhnya coklat, kurang merah dengan garis-garis yang lebih tebal. Remaja: seperti betina tetapi coretan lebih rapat.
Iris coklat, paruh abu-abu dengan ujung hitam, dan kaki kuning.

Suara:
Teriakan menusuk “yak-yak-yak-yak-yak”.
Belum ada rekaman suara yang diambil dari wilayah Indonesia.

Penyebaran dan Ras:
Afrika, Erasia, India, dan Cina. Pada musim dingin menyebar ke selatan sampai Filipina dan Asia Tenggara. Pengembara yang jarang sampai Sumatra. Secara teratur mengunjungi Kalimantan bagian utara dan Sulawesi. Terdapat 11 ras yang dikenal:

  • tinnunculus Linnaeus, 1758 – Afrika Utara, Eropa dan Timur Tengah ke timur sampai Siberia.
  • interstinctus McClelland, 1840 – Tibet ke timur melalui Indochina Utara dan China Selatan & Tengah ke Korea dan Jepang; pada musim dingin bermigrasi ke selatan sampai India, Semenanjung Malaysia dan Filipina.
  • objurgatus (Stuart Baker, 1927) – India Selatan (Barat & Timur Ghats) dan Sri Lanka.
  • canariensis (Koenig, 1890) – Madeira dan Kep. Canary barat.
  • dacotiae Hartert, 1913 – Kep. Canary timur.
  • neglectus Schlegel, 1873 – Kep. Cape Verde utara.
  • alexandri Bourne, 1955 – Kep. Cape Verde tenggara.
  • rupicolaeformis (C. L. Brehm, 1855) – Timur-laut Afrika dan Arabia.
  • archerii Hartert & Neumann, 1932 – Somalia, daerah berpantai Kenya dan Socotra.
  • rufescens Swainson, 1837 – Afrika Barat & Tengah, ke timur sampai Ethiopia dan ke selatan sampai Tanzania Selatan dan Angola Utara.
  • rupicolus Daudin, 1800 – Angola Utara, Zaire Selatan dan Tanzania, ke selatan sampai bagian selatan Afrika Selatan.

Kebiasaan:
Penerbang yang sangat anggun, terbang melingkar perlahan, atau melayang-layang diam sambil mengepakkan sayap ketika berburu. Menukik tajam begitu melihat mangsa, sering menyambar mangsa dari atas tanah. Bertengger pada tiang atau pohon mati. Lebih menyukai daerah terbuka.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Oriental Bird Images
Belum ada foto yang diambil dari wilayah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: