Skip to content

Elang Buteo

Agustus 18, 2011

Elang Buteo

 

Common Buzzard
Buteo buteo (Linnaeus, 1758)

Deskripsi
Berukuran besar (55 cm). Tubuh bagian atas coklat kemerahan gelap ; sisi muka kuningtua, bercoret kemerahan dengan garis kumis coklat berangan yang terlihat jelas. Tubuh bagian bawah keputih-putihan dengan coretan tebal kemerahan. Iris kuning sampai coklat, paruh abu-abu dengan ujung hitam, sera dan kaki kuning. Terbang ; sayap bulat lebar bercak putih pada bagian pangkal bulu-bulu primer terlihat jelas;membubung tinggi membentuk huruf “V”

Suara
Seperti rintihan “piiyu” mengeong keras.
Belum ada rekaman suara yang diambil dari wilayah Indonesia

Penyebaran dan Ras
Berbiak di Paleartik, pada musim dingin menyebar ke selatan sampai Afrika, India, dan Asia tenggara. Hanya sedikit catatan di Jawa dan Bali. Diperkirakan sebagai pengembara atau pengunjung musim dingin di Sumatera. Terdapat 11 sub-spesies yang dikenali dengan persebaran sebagai berikut:

  • buteo (Linnaeus, 1758) – Eropa: Finlandia, Romania dan Turki; juga Madeira; Musim dingin bermigrasi ke selatan sampai Liberia.
  • arrigonii Picchi, 1903 – Corsica dan Sardinia Italia.
  • rothschildi Swann, 1919 – Azores.
  • insularum Floericke, 1903 – Kep. Canary.
  • bannermani Swann, 1919 – Kep. Cape Verde.
  • vulpinus Gloger, 1833 – Skandinavia Utara dan Rusia sampai Asia Tengah (Altai, Tien Shan); Musim dingin bermigrasi ke selatan Sahara dan Asia Selatan.
  • menetriesi Bogdanov, 1879 – Asia Tengah, Turki Timur dan Iran Utara.
  • japonicus Temminck & Schlegel, 1844 – Danau Baikal, Mongolia, Manchuria dan Amurland. Juga di Jepang, Tibet serta mungkin India Barat-laut. Musim dingin bermigrasi ke selatan Asia dari India sampai Jepang.
  • refectus Portenko, 1929 – China Barat dan mungkin Himalaya.
  • toyoshimai Momiyama, 1927 – Kep. Izu dan Bonin Jepang.
  • oshiroi Nagahisa Kuroda, 1971 – Kep. Daito Jepang.

Kebiasaan
Menyukai daerah pedesaan yang terbuka, terbang tinggi berputar-putar mengikuti udara panas, atau beristirahat pada cabang-cabang pohon yang mencolok. Salah satu elang yang secara teratur melayang-layang diam sambil mengepak-epakan sayapnya. Terbang soaring di daerah terbuka di dekat hutan untuk mencari mangsa. Lebih banyak menghabiskan waktu dengan bertengger di pohon terbuka, melihat sekeliling untuk menentukan lokasi mangsa. Sebagian besar mangsa ditangkap di atas tanah.
Jenis pakan menyesuaikan kondisi lingkungan dan musim. Makanan utamanya tikus, hamster, dan kelinci. Juga memakan serangga, reptil, amfibi, burung, dan sesekali bangkai hewan.
Mulai mengerami telur Maret-Mei. Sarang biasanya dibuat pada pohon yang besar di dekat tepian hutan. Setiap pasangan memiliki lebih dari satu sarang, kadang menggunakan sarang dari burung raptor lain. Umumnya telur 2-4 butir yang dierami selama 35-39 hari, terutama oleh betina, sedangkan jantan lebih banyak bertugas mencari makan. Anakan mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang usia 50-60 hari. Burung tertua yang pernah tercatat berusia lebih dari 25 tahun.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Oriental Bird Images
Belum ada foto yang diambil dari wilayah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: