Skip to content

Elang-alap Kelabu

Agustus 21, 2011

Elang-alap Kelabu, Teluk Bintuni, Papua Barat © Dennis Kututung

Grey Goshawk
Accipiter novaehollandiae (Gmelin, 1788)

Deskripsi
Berukuran besar (41-50 cm). Memiliki dua fase bulu: fase putih yang khas dan fase abu-abu yang mirip dengan Elang-alap Coklat tetapi tidak memiliki kerah merah-karat. Sera jingga kuning, tubuh bagian bawah merah-karat polos. Remaja: tubuh bagian bawah keputih-putihan atau bungalan ber-strip dan berpalang tebal.

Suara
Serangkaian nada yang terdiri dari delapan sampai sepuluh nada samar, lambat, tinggi, nada lemah, maninggi atau menurun.
Link Suara

Penyebaran global
Kep. Bismarck, Kep. Solomon, dan Australia. Secara lokal tersebar di Nusa Tenggara, Maluku dan seluruh kawasan Papua. Dari ketinggian 500 – 1450 m di habitat yang terganggu. Terdapat 23 sub-spesies yang dikenal dengan persebaran sebagai berikut:

  • sylvestris Wallace, 1864 – Sunda Kecil.
  • polionotus (Salvadori, 1890) – P. Banda (Maluku), Kep. Tanimbar.
  • albiventris (Salvadori, 1875) – P. Tayandu (Maluku), Kep. Kai.
  • obiensis (Hartert, 1903) – Obi (Maluku Tengah).
  • griseogularis (G. R. Gray, 1860) – Maluku Utara.
  • mortyi Hartert, 1925 – Morotai (Maluku Utara).
  • hiogaster (S. Müller, 1841) – Maluku Selatan.
  • pallidiceps (Salvadori, 1879) – Buru (Maluku Selatan).
  • leucosomus (Sharpe, 1874) – Papua.
  • pallidimas Mayr, 1940 – Kep. D’Entrecasteaux Is (Papua).
  • manusi Mayr, 1945 – Kep. Admiralty.
  • bougainvillei (Rothschild & Hartert, 1905) – Bougainville (Solomon Utara).
  • rufoschistaceus (Rothschild & Hartert, 1902) – Choiseul, Santa Isabel, Kep. Florida (Kep. Solomon Tengah).
  • rubianae (Rothschild & Hartert, 1905) – Kep. Solomon Tengah.
  • pulchellus (Ramsay, 1881) – Guadalcanal (Kep. Solomon Barat-daya).
  • malaitae Mayr, 1931 – Malaita (Kep. Solomon Tenggara).
  • misulae Mayr, 1940 – Kep. Louisiade (Papua).
  • misoriensis (Salvadori, 1875) – P. Biak.
  • dampieri (Gurney, 1882) – New Britain.
  • lavongai Mayr, 1945 – New Hanover dan New Ireland (Gugus Kep. Bismarck).
  • lihirensis Stresemann, 1933 – Kep. Lihir dan Tanga.
  • matthiae Mayr, 1945 – P. St Matthias (Gugus Kep. Bismarck).
  • novaehollandiae (Gmelin, 1788) – Australia Utara & Timur, serta Tasmania.

Kebiasaan
Elang-alap yang umum di tepi hutan di sebagian besar kawasan Papua. Bertengger di pepohonan yang teduh, menyusuri tepi hutan di puncak kanopi, jarang terbang tinggi. Terkadang melakukan gaya terbang berguling-guling mirip dengan Elang-alap Jambul. Memakan burung, mamalia kecil, reptil, katak, dan antropoda.

Musim berbiak Mei-November di Australia utara. Sarang tersusun atas ranting dan dijalin dengan dedaunan. Terletak 15 m di atas permukaan tanah, biasanya di puncak tajuk pohon. Telur 2-4 butir, dengan waktu pengeraman 31-34 hari. Anakan belajar terbang meninggalkan sarang pada umur 30-42 hari.

Ras sylvestris, Sumbawa © Imam T.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. Dennis Kututung permalink
    Agustus 28, 2011 4:21 pm

    Dear Admin,

    Thanks untuk memakai fotoku di situs ini, bangga lho…^_^…

    yukk mareeekkkkk…..
    Salam
    Dennis

    • admin permalink
      September 4, 2011 9:10 am

      Trimakasih Pak Dennis…
      Senang bisa menampilkan foto burung di Indonesia karya anak bangsa sendiri…karena masih terlalu banyak jenis burung di Indonesia yang belum pernah difoto oleh orang Indonesia sendiri 😦

      semoga dengan semakin meluasnya informasi dan pengetahuan tentang burung-burung di Indonesia…semakin banyak jenis burung yang bisa didokumentasikan oleh anak bangsa…sebelum (dan kita selalu berharap untuk tidak) burung-burung ini punah. Tidak sedikit satwa endemik Indonesia yang telah punah dan kita tidak memiliki dokumentasinya….semoga tidak terjadi untuk burung-burung yang ada di Indonesia ! jadi meminjam istilah komandan FOBI…foto-foto-foto dan up-load, up-load, up-load…

Trackbacks

  1. Daftar Apendiks CITES – Kutilang Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: