Skip to content

Elang-rawa Tutul

Oktober 4, 2011

Elang-rawa Tutul, TN Bantimurung, Sul-Sel © Karyadi Baskoro

Spotted Harrier
Circus assimilis (Jardine & Selby, 1828)

Deskripsi:
Berukuran sedang (50-61 cm), jangkung dan langsing. Jantan berukuran lebih kecil dibanding betina. Tubuh bagian bawah berwarna abu-abu kebiruan dan merah karat dengan totol-totol putih. Kepala dan muka merah karat bergaris abu-abu, dengan tipe muka mirip dengan burung hantu. Tubuh bagian atas abu-abu. Ekor ber-strip gelap dengan ujung ekor putih. Kaki dan ekor relatif panjang.
Iris kuning pucat, sera kuning pucat, kaki hitam.

Suara:
Biasanya diam. Teriakan wik-wik-wik yang nyaring dan tajam, serta panggilan kikikikik… yang cepat dan diulang-ulang.
Belum tersedia rekanan suara yang diambil dari wilayah Indonesia.

Penyebaran global:
Australia, Sulawesi, Maluku, Sumba, dan Timur.

Penyebaran dan Ras:
Burung penetap di Sulawesi dan Kep. Sula (Maluku), serta burung migran di Sumba dan Timur. Juga dapat ditemui di Australia.

Kebiasaan:
Mendiami habitat savana, padang rumput dengan sedikit pohon, lahan pertanian sampai ketinggian 1000 m, secara umum menghindari daerah perairan. Seringkali terlihat sendirian atau berpasangan, kadang dalam kelompok kecil sampai 5 individu. Monogami dan memiliki teretori terbang luas. Jantan terbang tinggi mengitari daerah teretorinya, jarang terlihat terbang berpasangan. Bertengger di tempat terbuka. Satu-satunya keluarga Elang-rawa yang memiliki kebiasaan bersarang pada pohon yang masih hidup.
Berburu dan memakan burung terestrial (gemak, pipit, bondol), tikus, reptil, dan sesekali bangkai hewan.
Musim berbiak pada bulan Juli-Desember, tetapi waktu bersarang dapat terjadi kapan saja tergantung curah hujan dan ketersediaan pakan. Telur 2-4 (biasanya 3) yang dierami 32-34 hari. Anakan mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang setelah 36-43 hari. Anakan menjadi dewasa dan masuk usia masak kawin setelah 2 tahun. Sarang tersusun atas ranting dan dedaunan pohon, lebar sarang 40-70 cm. Sarang biasanya diletakkan pada pohon yang masih hidup (ciri khas genus circus) 2-15 m di atas permukaan tanah.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan
tertentu.
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Oriental Bird Images
Foto Biodiversitas Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: