Skip to content

Elang-alap Jambul

Oktober 6, 2011

Elang-alap Jambul, TN Baluran, Jawa Timur © Swiss Winasis

Crested Goshawk
Accipiter trivirgatus (Temminck, 1824)
Lang Burik (Pontianak), Sikko (Jawa)

Deskripsi
Elang Accipiter yang berukuran besar (40 cm), tubuh tegap dengan jambul yang jelas. Jantan dewasa : tubuh bagian atas coklat abu-abu dengan garis-garis pada sayap dan ekor, tubuh bagian bawah merah karat, dada bercoretan hitam, ada garis-garis tebal hitam melintang pada perut dan paha yang putih. Lehernya putih dengan setrip hitam menurun ke arah tenggorokan dan ada dua setrip kumis.Remaja dan betina : seperti jantan dewasa, tetapi coretan dan garis-garis melintang pada tubuh bagian bawah berwarna coklat serta tubuh bagian atas coklat lebih pucat.

Suara
Pekikan lengking “hi-hi-hi-hi-hi” dan lolongan panjang. Pada masa berbiak terdengar suara yang agak lemah, tetapi mantap “wliik wliik wliik ciwliil ciwliik”(ciwlik).

http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=71606&simple=1

Penyebaran dan Ras
Asia Selatan, Asia tenggara, Filipina, dan Sunda Besar.
Tidak jarang ditemukan di hutan dataran rendah Sumatera (termasuk Nias) dan Kalimantan (termasuk Kep. Natuna) sampai ketinggian 1000 m. Di Jawa dan Bali dulu tersebar luas di hutan dataran rendah dan perbukitan, tetapi sekarang langka.
Terdapat sebelas sub-spesies yang dikenal secara global:

  • layardi (Whistler, 1936) – Sri Lanka.
  • peninsulae Koelz, 1949 – India barat-daya.
  • indicus (Hodgson, 1836) – India utara & timur, Nepal sampai China selatan, termasuk Hainan, ke selatan sampai Indochina dan Semenanjung Malaysia.
  • formosae Mayr, 1949 – Taiwan.
  • trivirgatus (Temminck, 1824) – Sumatra.
  • niasensis Mayr, 1949 – Nias.
  • javanicus Mayr, 1949 – Java; catatan terbaru di Bali.
  • microstictus Mayr, 1949 – Kalimantan.
  • palawanus Mayr, 1949 – Palawan, Calamianes (Filipina barat-daya); dimungkinkan juga di temukan di Kep. Natuna.
  • extimus Mayr, 1945 – Filipina tenggara.
  • castroi Manuel & Gilliard, 1952 – Kep. Polillo lepas pantai Luzon timur (Filipina utara).

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Berburu di tenggeran yang rendah di laut. Selalu tinggal di hutan lebat. Pada waktu berbiak kadang-kadang memperlihatka cara terbang yang khas, yaitu getaran sayap (bulu putih pada sisi tubuhnya terlihat jelas) berselang dengan luncuran pendek dalam lingkaran yang sempit. Memakan Kadal dan burung.
Sarang pada pohon yang tinggi di hutan tersusun atas ranting yang dilapisi dedaunan. Telur 2 berwarna putih kebiruan berbintik coklat. Masa berbiak Desember-Maret.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan
tertentu.
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Oriental Bird Images
Foto Biodiversitas Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: