Skip to content

Elang-alap Nippon

Oktober 6, 2011

Elang-alap Nipon, TN Baluran, Jawa Timur © Swiss Winasis

Japanese Sparrowhawk
Accipiter gularis (Temminck & Schlegel, 1844)

Deskripsi:
Berukuran kecil 27 cm), sangat mirip elang-alap besra dan Elang-alap jambul, tetapi terlihat lebih kecil dan gesit. Jantan dewasa: tubuh bagian atas abu-abu, ekor abu-abu dengan beberapa garis melingkar gelap, dada dan perut merah karat pucat dengan setrip hitam sangat tipis di tengah dagu, setrip kumis tidak jelas. Betina: tubuh bagian atas coklat (bukan abu-abu), bagian bawah tanpa warna karat, bergaris-garis cokalt melintang rapat. Dada remaja: lebih banyak coretan daripada garis-garis melintang dan lebih merah karat.
Iris kuning samapi merah, paruh biru abu-abu dengan ujung hitam, sera dan kaki kuning-hijau.

Suara:
Pekikan keras (kadang-kadang).
Belum tersedia rekaman suara yang diambil dari wilayah Indonesia.

Penyebaran dan Ras:
Berbiak di Paleartik Asia timur, pada musim dingin menyebar ke selatan sampai Sunda Besar.
Pengunjung pada musim dingin di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Setiap bulan Oktober, dalam jumlah besar melewati Puncak (Bogor) dan Bali Barat. Cukup umum di daerah terbuka di dataran rendah.
Terdapat tiga sub-spesies yang dikenal:

  • sibiricus Stepanian, 1959 – Sungai Ob dan Mongolia ke timur sampai Sungai Lena bagian tengah, China timur dan Taiwan; Musim dingin diperkirakan bermigrasi  ke Kep. Andaman dan Nicobar, Sunda Besar dan China selatan.
  • gularis (Temminck & Schlegel, 1844) – Sakhalin, Kep. Kuril selatan dan Jepang; musim dingin bermigrasi ke selatan menuju filipina, Sunda Besar, Sulawesi Utara dan Timor.
  • iwasakii Mishima, 1962 – Kep. Ryukyu selatan (Iriomote, Ishigaki).

Tempat Hidup dan Kebiasaan:
Berburu di sepanjang pinggir hutan, di atas hutan sekunder, dan daerah terbuka. Biasanya berburu dari tenggeran di pohon, tetapi kadang-kadang terbang berputar-putar untuk mengamati tanah di bawahnya dengan cara terbang “kepak-kepak-luncur” yang khas. Menyerang dengan agresif pendatang yang mendekati sarang.
Terutama memakan burung-burung kecil keluarga passerine dan sesekali memakan burung berukuran sedang seperti burung merpati. Juga memakan tikus, kelelawar, reptil, dan serangga.
Biasanya mulai berbiak pada bula Juni di Siberia selatan, sedangkan di Jepang dan Cina lebih awal lagi. Sarang berukuran kecil, disusun dari ranting dan daun. Telur umumnya 2-5 butir, dengan waktu pengeraman 25-28 hari.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan
tertentu.
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Oriental Bird Images
Foto Biodiversitas Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: