Skip to content

Elang-alap Cina

Oktober 10, 2011

Elang-alap China, Sulawesi Utara © Mehd Halaouate

Chinese Sparrowhawk
Accipiter soloensis (Horsfield, 1821)

Deskripsi
Berukuran sedang (33 cm) tubuh bagian bawah berwarna sangat pucat. Warna dewasa, tubuh bagian atas abu-abu biru dengan ujung putih yang jarang pada bulu punggung dan garis-garis melintang samar pada bulu ekor terluar. Tubuh bagian bawah putih terdapat sapuan merah karat yang samar pada dada dan sisi tubuh dengan sedikit garis abu-abu pada paha. Sayap bawahnya sangat khas seluruhnya terlihat putih kecuali ujung bulu primer yang hitam. Remaja tubuh bagian atas coklat, tubuh bagian bawah putih terdapat garis-garis gelap pada ekor, coretan pada tenggorokan serta garis-garis pada dada dan paha.
Paruh abu-abu dengan ujung hitam ,sera dan kaki jingga, iris merah atau coklat.

Suara
Tidak bersuara kecuali musim berbiak. Pekikan lengking ”hi-hi-hi-hi-hi” dan lolongan panjang. Pada masa berbiak terdengar suara yang agak lemah, tetapi mantap ”wliik wliik wliik ciwliik ciwlik (ciwlik).
Belum tersedia rekaman suara yang diambil dari wilayah Indonesia.

Penyebaran dan Ras
Berbiak di Asia timur laut dan Cina. Mengembara pada musim dingin ke selatan sampai Asia tenggara, Filipina, Indonesia, dan Papua.
Pada musim dingin tidak jarang terdapat di seluruh Sunda Besar, sub-kawasan Sulawesi (Sulawesi, Talisei, Muna, dan Butung). Sampai ketinggian 900 m. Sampai di Jawa pada bulan September-November. Migran yang langka di kelompok pulau Papua barat.

Kelompok burung Elang-alap Cina bermigrasi melintasi kawasan Penggaron, Semarang

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Mengunjungi daerah terbuka sampai pada ketinggian 900 mdpl pada musim dingin di seluruh Sunda Besar. Setiap Oktober melewati Puncak (Bogor) dan Bali Barat dalam jumlah besar. Biasanya berburu di tenggeran, tetapi kadang-kadang terbang melingkar di atas, dan menerkam mangsanya dari tanah. Memakan kodok, belalang, kadal, dan burung kecil.
Mulai bersarang untuk berbiak bulan Juni. Bersarang di percabangan utama pohon 8-12 m dari permukaan tanah. Sarang tersusun atas ranting, batang, dan daun yang masih hijau yang terus diperbaiki selama masa berbiak. Umumnya bertelur 3-4 butir, anakan mulai belajar terbang umur 22 hari.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan
tertentu.
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Oriental Bird Images
Foto Biodiversitas Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: