Skip to content

Elang Brontok

Oktober 11, 2011

Elang Brontok fase terang, TN Baluran © Swiss Winasis

Crested Hawk-Eagle
Spizaetus cirrhatus (Gmelin, 1788)
Sinonim: Nisaetus cirrhatus (Gmelin, 1788)
Alang Pungguk (Minangkabau), Kuliki (Deli), Lang Tembikar (Melayu), Wuwu Rawa (jawa)

Deskripsi :
Berukuran besar (70 cm), bertubuh ramping. Sayap sangat lebar, ekor panjang berbentuk bulat, jambul sangat pendek. Terdapat fase gelap, pucat, dan peralihan. Fase gelap: seluruh tubuh coklat gelap dengan garis hitam pada ujung ekor, terlihat kontras dengan bagian ekor lain yang coklat dan lebih terang. Burung muda juga berwarna gelap. Fase terang: tubuh bagian atas coklat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah putih bercoret-coret coklat kehitaman memanjang, setrip mata dan kumis kehitaman. Burung muda: tubuh bagian atas coklat keabu-abuan, kepala dan tubuh bagian bawah keputih-putihan. Bentuk peralihan diantara fase tadi terutama terlihat pada pola warna coretan dan garis (tetapi lebih mirip bentuk terang): garis-garis hitam pada ekor dan sayap tidak teratur serta garis-garis coklat kemerahan melintang pada perut bagian bawah, paha, dan ekor bagian bawah. Iris kuning sampai coklat, paruh kehitaman, sera kuning kehitaman, kaki kuning kehijauan.

Elang Brontok fase gelap, TN Baluran © Swiss Winasis

Suara :
Berupa pekikan panjang “kwip-kwip-kwip-kwip-kwiiah” meninggi atau “klii-liiuw” tajam
Belum tersedia rekaman suara yang diambil dari wilayah Indonesia.

Penyebaran dan Ras
India, Asia tenggara, Filipina, Sunda Besar, dan Nusa Tenggara
Terdapat di seluruh dataran Sunda Besar, tidak umum ditemukan di bawah ketinggian 2000 m.
Terdiri atas enam sub-spesies dengan persebaran sebagai berikut:

  • cirrhatus (Gmelin, 1788) – India, di selatan Rajasthan dan datarang Gangga.
  • ceylanensis Gmelin, 1788 – Sri Lanka.
  • andamanensis Tytler, 1865 – Kep. Andaman.
  • limnaeetus Horsfield, 1821 – India utara dan Nepal, melewati Myanmar, Indochina Barat & Selatan serta Semenanjung Malaysia menuju Sunda Besar dan Filipina (Palawan, Mindoro, Mindanao).
  • vanheurni Junge, 1936 – P. Simeulue (barat Sumatra).
  • floris Hartert, 1898 – pegunungan di Sumbawa and Flores.

Tempat Hidup dan Kebiasaan :
Mengunjungi hutan dan daerah berhutan yang terbuka. Berburu dari udara atau dari tempat bertengger di pohon kering dengan satu serangan cepat dan dalam jarak pendek. Memakan burung berukuran kecil sampai besar, ular, katak, kadal, dan mamalia.
Musim berbiak bervariasi: di Kalimantan dan Sumatra Desember-Juni; di Jawa April-Agustus, satu burung muda ditemukan pada bulan Oktober di Sumatra. Sarang berukuran besar dibangun oleh sepasang induk pada ketinggian 10-30 m, biasanya di percabangan utama pohon yang besar. Telur 1 butir yang dierami oleh induk betina selam 40 hari. Anakan mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang umur 68 hari.

Elang Brontok remaja, TN Baluran © Swiss Winasis

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan
tertentu.
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Oriental Bird Images
Foto Biodiversitas Indonesia

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: