Skip to content

Sikep-madu Asia

Oktober 13, 2011

Sikep-madu Asia, TN Karimun Jawa © Hary Susanto

Crested Honey Buzzard
Pernis ptilorhynchus (Temminck, 1821)
Alang bumbun, Alang katutui (Sumatra)

Deskripsi:
Berukuran sedang (50 cm), berwarna hitam dengan jambul kecil. Warna sangat bervariasi dalam bentuk terang, normal, dan gelap dari dua ras yang berbeda yang masing-masing meniru jenis elang berbeda dalam pola warna bulu. Terdapat garis-garis yang tidak teratur pada ekor. Semua bentuk mempunyai tnggorokan berbercak pucat kontras, dibatasi oleh garis tebal hitam,sering dengan garis hitam mesial. Ciri khas ketika terbagn: kepala relatif kecil, leher agak panjang menyempit, ekor berpola.
Iris jingga, paruh abu-abu, kaki kuning, bulu berbentuk sisik (terlihat jelas pada jarak dekat).

Suara
Keras, tingkatan nada meninggi seperti bunyi lonceng dengan empat tingkatan nada “wii-wiy-uho” atau “wiihiy-wiihiy”.
Belum tersedia rekaman suara yang diambil dari wilayah Indonesia.

Penyebaran dan Ras
Palearktika timur, India, dan Asia tenggara sampai Sunda Besar.
Menetap (ras yang berjambul panjang torquatus dan ptilorhyncus), tersebar jarang di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa barat. Ras Palearktika timur yang berjambul pendek orientalis muncul sebagai pengunjung musim dingin di seluruh Sunda Besar sampai ketinggian 1.200 m.
Terdapat enam sub-spesies dengan persebaran sebagai berikut:

  • orientalis Taczanowski, 1891 – Siberia selatan, Manchuria, Jepang dan mungkin juga di Korea; musim dingin bermigrasi ke Asia Tenggara, Indonesia dan Filipina.
  • ruficollis Lesson, 1830 – India dan Sri Lanka, Myanmar, China selatan (Yunnan).
  • philippensis Mayr, 1939 – Filipina utara & timur.
  • palawanensis Stresemann, 1940 – Palawan dan Calauit (Filipina barat).
  • torquatus Lesson, 1831 – Semenanjung Malaysia, Sumatra and Borneo.
  • ptilorhyncus ( Temminck, 1821) – Jawa.

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Sering mengunjungi hutan pegunungan. Ciri sewaktu terbang adalah beberapa kepakan dalam yang diikuti luncuran panjang. Melayang tinggi di udara dengan sayap datar. Mempunyai kebiasaan aneh yaitu merampas sarang tawon dan lebah. Memakan lebah, tempayak, madu, sampai materi sarang lebah. Juga memakan buah-buahan yang lunak, dan reptilia.
Sarang terbuat dari ranting-ranting bercampur daun hijau, diletakkan pada pohon di hutan. Telur 1-2 butir berwarna putih atau kuning tua dengan banyak bercak merah atau coklat.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan
tertentu.
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: