Skip to content

Paok Mopo

Oktober 17, 2011

Paok Mopo celebensis, TN Tangkoko, Sulawesi Utara © Peter Ericsson

Red-billed Pitta
Pitta erythrogaster (Temminck, 1823)
Mopo (Menado), Kogora (Membramo)

Deskripsi
16-18 cm. Warna bervariasi tergantung daerah persebarannya. Berikut karakteristik Paok Mapo erythrogaster sebagai patoan: kepala coklat-kemerahan, pipi dan penutup telinga merah kayu manis. Dada, tunggir dan ekor biru. Punggung hijau gelap, tenggorokan bawah dan dada atas hitam. Penutup sayap atas biru gelap, bulu-bulu sayap terbang hitam dengan titik-titik putih pada bulu primernya. Perut, tungging dan ekor bawah merah. Betina berwarna lebih pucat, dan warna hijau pada dada lebih banyak sedangkan biru sedikit. Remaja berwarna lebih pucat, dengan ekor dan tunggir biru pudar. Tenggorokan keputihan, dada coklat gelap dan bertitik-titik putih.
Perdebaan dengan jenis yang mirip: Paok hijau dadanya hijau, kepala seluruhnya hitam. Paok lantang dadanya bungalan dan mukanya hitam.

Suara
Siulan ”hoo o o o o wih hooooh” yang aneh, rendah, gemetar, bernada dua, agak parau dan semakin meninggi. Mirip suara delimukan dewasa bernada lebih tinggi dan tidak parau.

http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=69192&simple=1

Persebaran
Filipina, Sulawesi, Maluku, Papua (termasuk Bismarck) dan timur-laut Australia. Terdapat 23 sub-spesies dengan daerah persebaran sebagai berikut:
Global dan ras

  • erythrogaster (Temminck, 1823): Kepulauan Philippina (Kecuali kepulauan Palawan).
  • propinqua (Sharpe, 1877): Kepulauan Palawan dan Balabac.
  • loriae (Salvadori, 1890): Ujung tenggara pulau Papua (bagian timur dari sungai Kumusi dan teluk Cloudy).
  • extima (Mayr, 1955): New Hanover, di kepulauan Bismarck.
  • novaehibernicae (E. P. Ramsay, 1878): New Ireland.
  • splendida (Mayr, 1955): Pulau Tabar (timur New Ireland).
  • gazellae (Neumann, 1908): Kepulauan Bismarck bagian selatan (Umboi, New Britain, Tolokiwa, Lolobau, Watom dan Duke of York).
  • finschii (E. P. Ramsay, 1884): Kepulauan D’Entrecasteaux (Pulau Fergusson, Pulau Goodenough).
  • meeki (Rothschild, 1898): Kepulauan Louisiade (Pulau Rossel).

Lokal dan ras

  • caeruleitorques (Salvadori, 1876): Pulau Sangihe.
  • inspeculata (A. B. Meyer & Wiglesworth, 1894): Kepulauan Talaud.
  • palliceps (Brüggemann, 1876): Kepulauan Siao dan Tahulandang, utara Sulawesi.
  • celebensis (S. Müller & Schlegel, 1845): Sulawesi, termasuk Manterawu dan Kepulauan Togian.
  • dohertyi (Rothschild, 1898): Kepulauan Banggai dan Sula, timur Sulawesi.
  • rufiventris (Heine, 1859): Maluku bagian utara (Morotai, Halmahera, Moti, Bacan, Mandioli, Damar, Obi, mungkin termasuk Kasiruta).
  • cyanonota (G. R. Gray, 1860): Ternate, Halmahera ujung barat.
  • bernsteini (Junge, 1958): Pulau Gebe (Pulau Halmahera dan Waigeo).
  • rubrinucha (Wallace, 1862): Pulau Buru, di Maluku bagian selatan.
  • piroensis (Muir & Kershaw, 1910): Pulau Seram.
  • macklotii (Temminck, 1834): Pulau papua bagian barat dan selatan, termasuk pulau-pulau kecil disebelah barat (Waigeo, Batanta, Salawati, Misoöl) dan Pulau Yapendi teluk Geelvink, dan Australia sebelah tenggara (Utara dan timur semenanjung Cape York).
  • habenichti (Finsch, 1912): Pulau papua bagian utara (Pegunungan Weyland timur sampai teluk Astrolabe).
  • aruensis (Rothschild & Hartert, 1901): Kepulauan Aru.
  • oblita (Rothschild & Hartert, 1912): Pegunungan di atas Sungai Aroa, di pulau papua bagian tenggara.

Perilaku
Hidup di haitat yang bervariasi berupa: hutan hujan primer yang rimbun, hutan teban pilih, semak belukar, perkebunan, lahan budidaya di dekat hutan, rumpun bambu dan hutan dekat sungai dari ketinggian permukaan laut sampai 1200 mdpl (jarang sampai 2100 di tempat-tempat tertentu). Penghuni lantai hutan yang sukanya bersembunyi tetapi sering bersuara di dataran rendah dan perbukitan. Burung-burung di tanjung York tampaknya bermigrasi melintasi Selat Torres untuk menghabiskan musim dingin di P.Papua.
Memakan serangga beserta larvanya, cacing, dan tanaman di permukaan tanah. Berbiak sepanjang tahun. Sarang berbentuk kubah yang tersusun dari ranting, daun, rumput dan paku-pakuan. Sarang dibangun di atas tanah atau di semak yang rendah. Rata-rata menghasilkan 2 telur selama periode berbiak.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional:
Perlindungan:

Galeri
Oriental Bird Images

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: