Skip to content

Kakatua Raja

Oktober 20, 2011

Kakatua Raja stenolophus, Jayapura, Papua Barat © Mehd Halaouate

Palm Cockatoo
Probosciger aterrimus (Gmelin, 1788)
Alkai (Aru), awehie (Membramo), Kasmalas (Papua barat-laut), Mampais (Doreh), Sangya (Sorong), Siong (Andai)

Deskripsi
51-54 cm. Secara umum berwarna hitam. Kakatua yang sangat besar, berjambul hitam dengan pipi merah. Paruh sangat besar dan panjang, paruh betina berukuran lebih kecil. Sayap dan ekor membundar. Lidah merah dengan ujung hitam. Lingkar mata hitam, mata coklat gelap dan kaki abu-abu. Ketika terbang, posisi jambul terangkat tinggi, yang menjadi ciri khas dari burung ini. Remaja: seperti burung dewasa, tetapi bulu tubuh bagian bawah bagian tepinya kuning pucat; jambul lebih pendek; paruh lebih kecil dengan ujung paruh putih. Lingkar mata putih.

Suara
Suara panggilan berupa pekikan keras KEEYAANK! atau EEYOHN! serta RAAH!!! seperti suara keledai dan terdengar sampai jauh. Juga siulan uree uree uree yurrr berirama, lembut dan dengan jangkauan nada yang luas dari rendah sampai tinggi, agak memekik menyerupai suara marmot, tetapi dengan volime yang keras.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=40538&simple=1

Penyebaran dan Ras
Di seluruh dataran rendah Papua, kepulauan di Papua Barat serta di Australia Utara.
Terdiri atas tiga sub-spesies dengan daerah persebaran sebagai berikut:

  • stenolophus (van Oort, 1911) – Papua bagian barat dan timur serta P. Yapen.
  • goliath (Kuhl, 1820) – Kep. Papua Barat dan Papua bagian barat, tengah serta mungkin di tenggara.
  • aterrimus (J. F. Gmelin, 1788) – Misool dan Kep. Aru, Trans-Fly selatan (Papua bagian selatan); juga di Cape York, Australia.

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Hidup di hutan dataran rendah, tepi hutan, hutan meranggas dan hutan sekunder tua sampai ketinggian 1350m. Burung yang sangat mencolok, dengan perilaku yang keningratan. Sendirian, berpasangan atau dalam kelompok kecil 4-5 individu terbang tinggi di atas kanopi hutan atau bertengger pada ranting yang menjulang di atas kanopi. Mulai aktif bersuara saat matahari terbit. Burung jantan sangat aktif mempertahankan daerah kekuasaannya. Memakan biji-bijian hutan yang besar dan keras terutama biji pohon Terminalia, Canarium, Pandanus dan biji palem. Juga memakan buah dan tunas daun.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix I, Perdagangan hanya diijinkan untuk kepentingan khusus (misal: riset ilmiah).
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
The Internet Bird Collection

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: