Skip to content

Pergam Hijau

November 6, 2011

Pergam Hijau aena, TN Baluran, Jawa Timur © Swiss Winasis

Green Imperial Pigeon
Ducula aenea (Linnaeus, 1766)
Deregem, Geduwa, Embok tanah , Jawan (Sunda), Emperegem (Dayak Iban), Kurkur , Kum-kum hijau (minahasa), Ngawu (muna), Pergam (Pematang tujuh, Pontianak, Melayu, Sumatera, sunda)

Deskripsi
Besar (45 cm), Kepala, leher, dan tubuh bagian bawah abu-abu agak merah jambu pucat. Penutup ekor bagian bawah merah-coklat. Tubuh bagian atas hijau gelap dengan warna pelangi perunggu mengkilap.
Iris coklat kemerahan; paruh biru abu-abu; dan kaki merah gelap.

Suara
“um” tunggal dan keras. “kruk-kroorr” bergaung, dan suara panggilan keras yang terdiri dari beberapa nada cekikik dan berakhir dengan nada berombak.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=31372&simple=0

Persebaran dan ras
Global:India sampai Cina selatan; Asia Tenggara, Filiphina, Sunda besar (Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan), Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Memiliki 13 sub-spesies dengan daerah persebaran:

  • sylvatica (Tickell, 1833) – India utara, Nepal, Myanmar, Kep. Andaman, Thailand utara, Laos, Vietnam dan Kamboja.
  • pusilla (Blyth, 1849) – India selatan dan Sri Lanka.
  • nicobarica (Pelzeln, 1865) – Kep. Nicobar.
  • mista (Oberholser, 1912) – Simeulue (barat-laut Sumatra).
  • babiensis (Richmond, 1912) – Kep. Tapah (Babi dan Lasia di selatan Simeulue).
  • consobrina (Salvadori, 1887) – Nias.
  • vicina (Riley, 1927) – Kep. Batu dan Mentawai (Sumatra).
  • oenothorax (Salvadori, 1892) – Enggano (Sumatra).
  • aenea (Linnaeus, 1766) – Semenanjung Malaysia dari Tenasserim dan Thailand selatan,  sampai Sumatra (termasuk Riau, Bangka), Kalimantan (termasuk Anambas, Natuna, Kep. Tambelan) dan Filipina (selain Palawan), juga di Jawa dan Sunda Kecil (Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, Pantar, Alor).
  • palawanensis (A. W. H. Blasius, 1888) – Banggi (timur-laut Kalimantan), Balabac, Palawan dan Dumaran (Filipina), Linapacan, Culion, Calauit dan Busuanga (Filipina barat).
  • fugaenis (Hachisuka, 1930) – Calayan, Fuga dan Camiguin Norte (Filipina utara).
  • nuchalis (Cabanis, 1882) – Luzon utara (Filipina utara).
  • paulina Bonaparte, 1854 – Kep. Talaud dan Sangihe, Sulawesi (dan kepulauan di sekitarnya), Togian, Banggai dan Sula.

Pergam Hijau paulina, TN Tangkoko, Sulawesi Utara © Ingo Waschkies

Tempat hidup dan Kebiasaan
Umum dijumpai berpasangan atau dalam kelompok kecil di hutan dataran rendah, hutan magrove, hutan primer dan sekunder, serta hutan monsun sampai ketinggian 1000 mdpl. Sering tidur dalam kelompok di tajuk pohon yang tinggi, dan menyebar untuk mencari makan di pagi hari. Saat bercumbu di musim berbiak, sering terbang ke atas sampai titik tertentu, kemudian secara tiba-tiba berhenti, dan meluncur kembali mendatar.

Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional:
Perlindungan:

Galeri
Oriental Bird Images
Foto Biodiversitas Indonesia

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: