Skip to content

Burung-madu Ekor-merah

November 21, 2011

Burung-madu Ekor-merah, Solok Selatan, Sumbar © M. Nazri Janra

Temminck’s Sunbird
Aethopyga temminckii (S. Müller, 1843)

Deskripsi
Berukuran kecil (jantan 13 cm dan, betina 10 cm), berekor tajam. Jantan : berwarna merah tua, tunggir kuning, ekor merah padam. Alis, sisi mahkota, tengkuk, dan penutup ekor bawh ungu metalik, tubuh bagia bawah putih keabu-abuan. Betina : sangat kecil, tubuh bagia atas colat zaitun, kaki kepala abu-abu, ciri khasnya sapuan merah pada sayap dan ekor, tubuh bagian bawah berwarna zaitun kekuningan.
Iris coklat, paruh dan kaki hitam.

Suara
“Tziiip,tziiip….”yang lembut dan diulangi terus menerus.
Belum tersedia rekaman suara yang diambil di wilayah Indonesia.

Penyebaran dan Ras
Semenanjung Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan.

Catatan : Sebelumnya diperlakukan sebagai dua anak jenis dari A. mystacalis, yang sekarang endemik di Jawa.

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Agak jarang di hutan perbukitan dan gunung antara ketinggian 800-1800 m di Sumatera dan Kalimantan. Di beberapa tempat di dataran rendah Kalimantan sampai ketinggian 2000 m. Mengunjungi hutan sekunder dan hutan sekunder. Dengan lincah mencari makan pada rumpun-rumpun Loranthus.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Oriental Bird Images

Iklan

Burung-madu Bakau

November 21, 2011

Burung-madu Bakau, P. Maratua, Kaltim © Quentin Phillipps

Copper-throated Sunbirds
Leptocoma calcostetha (Linnaeus, 1766), Sinonim: Nectarinia calcostetha

Deskripsi
Berukuran sedang (13 cm), berwarna kehitaman. Jantan : tubuh bagian atas hitam dengan warna hijau mengkilap, setrip kumis dan dada ungu; tenggorokan dan dada atas berwarna tembaa gelap mengkilap. Perbedaannya dengan burung madu-pengantin : Ukuran lebih besar, tanpa warna merah pada dada, sisi tubuh kuning. Betina : kepala abu-abu, punggung berwarna zaitun, tenggorokan keputih-putihan, perut kuning kotor, penutup ekor bawah putih.
Iris coklat, paruh dan kaki coklat.

Suara
Getaran yang dalam.
Belum tersedia rekaman suara yang diambil di wilayah Indonesia.

Penyebaran dan Ras
Asia Tenggara, Palawan, Semenanjung Malaysia, dan Sunda Besar.

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Penetap yang tidak umum di hutan mangrove, perkebunan dan pepohonan, di pantai-pantai (termasuk pulau-pulau disekitarnya). Terbang dengan tukikan yang keras. Memakan nektar dan serangga kecil.
Bersarang di rawa bakau. Telur 2 butir berbintik coklat yang diletakkan pada sarang berbentuk kantong menggantung yang khas. Tercatat berbiak pada bulan Maret, Juni dan November.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images

Burung-madu Belukar

November 21, 2011

Burung-madu Belukar jantan, Kotawaringin Timur, Kalteng © Surya Purnama

Rubby-cheeked Sunbirds
Anthreptes singalensis (Gmelin, 1789), Sinonim: Chacoparia singalensis
Isap madu (Pontianak), Tomi-tomi kaminji (Buton), Kensit Utan (Ketapang)

Betina, Kalteng © Indrayana

Deskripsi
Berukuran kecil (10 cm), berwarna-warni. Jantan: mahkota dan tubuh bagian atas hijau tua mengkilap, pipi merah tua, perut kuning, tenggorokan dan dada coklat-jingga. Betina: tubuh bagian atas zaitun kehijauan, tubuh bagian bawah seperti jantan, tetapi lebih pucat.
Iris coklat-merah, paruh hitam, kaki hitam kehijauan.

Suara
Kerikan bergetar :”siit-siit”. Juga getaran nyaring yang menginggi yang diakhiri nada ganda,langsung diikuti dengan getaran menurun nyang diakhiri dengan dua kata terpisah.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=65394&simple=0

Penyebaran dan Ras
Nepal sampai Cina barat daya , Asia tenggara, Semenanjung Malaysia dan Sunda Besar (Sumatra, Kalimantan, Jawa).
Secara global terdiri atas 11 sub-spesies, dengan daerah persebaran:

  • assamensis Kloss, 1930 – Nepal (Chitwan), India, Bangladesh, Myanmar, Thailand & China Selatan (Yunnan).
  • internota (Deignan, 1955) – Myanmar & Thailand selatan (sampai Isthmus of Kra).
  • interposita Robinson & Kloss, 1921 – Semenanjung Thailand, bagian selatan Isthmus of Kra.
  • koratensis Kloss, 1918 – Thailand Timur & Indochina.
  • singalensis (J. F. Gmelin, 1789) – Semenanjung Malaysia, dari Perak ke selatan.
  • sumatrana Kloss, 1921 – Sumatra & Belitung.
  • panopsia Oberholser, 1912 – Kepulauan di pesisir barat Sumatera.
  • pallida Chasen, 1935 – Kep. Natuna Utara.
  • borneana Kloss, 1921 – Kalimantan.
  • bantenensis (Hoogerwerf, 1967) – Jawa Barat.
  • phoenicotis (Temminck, 1822) – Jawa Tengah & Jawa Timur.

Kebiasaan :
Tersebar luas, tetapi tidak umum di dataran rendah, hutan mangrove dan hutan perbukitan, termasuk di pulau-pulau kecil. Hidup sendirian atau berpasangan, kadang-kadang bergabung dengan jenis lain. Lebih menyukai pinggir hutan, tumbuhan bawah, perkebunan kelapa dan hutan cemara, mencari serbuk sari untuk dimakan.
Memakan nektar, madu, buah kecil, serangga kecil, dan ulat. Telur 2 butir yang diletakkan pada sarang khas burung madu yang tergantung pada vegetasi lebat. Tercatat berbiak di bulan maret.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images

Burung-madu Jawa

November 20, 2011

Burung-madu Jawa, TN Gn Merapi, Yogyakarta © Imam Taufiqurrahman

Javan Sunbirds
Aethopyga mystacalis (Temminck, 1822)
Jantungan merah, Plisi kembang (Jawa), Klaces, Madu merah, Sesep madu (Sunda)

Deskripsi
Berukuran kecail (12 cm termasuk ekornya yang panjang), berwana merah terang (jantan). Jantan : mahkota, setrip malar, dan ekor yang panjang ungu gelap mengkilap; kepala, dada dan punggung merah padam, tunggir merah muda, sayap berwarna zaitun, perut abu-abu muda. Perbedaannya dengan burung-madu sepah-raja : dahi merah, ekor lebih panjang, dan perut putih. Betina : sangat kecil warna abu-abu-zaitun buram. Ciri khasnya : sapuan merah pada sayap dan ekor.
Iris coklat tua, paruh dan kaki coklat.

Suara
lembut, berdering “Tziip-tziip….” diulangi terus menerus.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=42402&simple=0

Penyebaran dan Ras
endemik di Jawa.

Burung-madu Jawa, Cibodas, Jawa Barat © Khaleb Yordan

Kebiasaan :
Cukup umum terdapat dihutan dan pinggir hutan, sampai ketinggian 1.600 m di Jawa. Hidup berpasangan, agak ribut. Tinggal pada tajuk atas, sering mengunjungi bunga benalu. Memakan bunga, nektar, biji, serangga, dan laba-laba. Sarang menggantung seperti burung madu lainnya. Telur 1-2 berwarna coklat berbintik putih. Tercatat berbiak dari Mei-Maret di Jawa Barat.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images

Burung-madu Polos

November 20, 2011

Burung-madu Polos, TN Tanjung Puting, Kalimantan Tengah © Hanne & Jens Eriksen

Plain Sunbirds
Anthreptes simplex (S. Müller, 1843)

Deskripsi
Berukuran sedang (12 cm). Tubuh bagian atas hijau zaitun, tenggorokan abu-abu dan perut hijau kekuningan. Jantan : dahi memiliki bagian gelap yang berpendar (hijau zaitun pada betina).
Iris coklat kemerahan, paruh hitam, dan kaki coklat atau kehijauan.

Suara
Getaran khas dan kerikan metalik.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=65388&simple=0

Penyebaran dan Ras
Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Menyukai hutan terbuka dan semak belukar. Penetap yang umum tapi jarang terlihat di dataran rendah sampai ketinggiam 1200 m dpl. Juga umum ditemukan di tepi pantai pulau-pulau kecil.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Oriental Bird Images
Birdsomen

Burung-madu Pengantin

November 20, 2011

Burung-madu Pengantin trochilus jantan, P. Maratua, Kalimantan Timur © Quentin Phillipps

Purple-throated Sunbirds
Leptocoma sperata (Linnaeus, 1766), Sinonim: Nectarinia sperata

Deskripsi
Berukuran kecil (10 cm), berwarna gelap. Jantan : tubuh bagian atas kebiruan tua mengkilap, topi hijau mengkilap, tenggorokan ungu mengkilap, dada merah buram. Perbedaannya dengan Burung-Madu mangrove : dada merah, tubuh lebih kecil. Betina : tubuh bagian atas berwarna zaitun, tubuh bagian bawah kuning. Mirip betina burung madu lain, tetapi lebih buram.
Iris coklat, paruh dan hitam.

Suara
Kerikan tajam metalik “si-si-si”, kadang-kadang “whiip” atau siulan nada ganda dengan nada pertama meninggi dan nada kedua menurun.
Rekaman suara Burung-madu pengantin dapat didengarkan di Macaulay Library.

Penyebaran dan Ras
India timur laut, Asia tenggara, Filipina, Semenanjung Malaysia, Sunda Besar, Nusa Tenggara dan Sulawesi.
Secara global terdiri atas 9 sub-spesies, dengan daerah persebaran:

  • brasiliana (J. F. Gmelin, 1788) – Timur-laut India (Assam, Tripura, Manipur), Bangladesh, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaysia & Sumatera (termasuk pulau di sekitarnya, kecuali Simeulue), Jawa Barat dan Kalimantan.
  • emmae Delacour & Jabouille, 1928 – Cambodia, S Laos and S Vietnam (probably also this race in Tonkin).
  • mecynorhyncha (Oberholser, 1912) – P. Simeulue (Sumatera Barat).
  • eumecis (Oberholser, 1917) – Kep. Anamba, sebelah timur Semenanjung Malaysia.
  • axantha (Oberholser, 1932) – Kep. Natuna Utara.
  • henkei (A. B. Meyer, 1884) – Calayan, Babuyon Claro, Fuga and Camiguin Norte, dan kawasan pegunungan utara & tengah Luzon, Filipina.
  • sperata (Linnaeus, 1766) – Filipina Utara (Luzon, Polillo, Marinduque & Cantanduanes).
  • trochilus (Salomonsen, 1953) – Filipina Barat, Tengah & Selatan (Lubang, Mindoro, Busuanga, Culion, Tablas, Romblon, Sibuyan, Masbate, Ticao, Palawan, Dadagican, Ursula, Balabac, Panay, Guimaras, Biliran, Leyte, Samar, Basiao, Calicoan, Negros, Cebu, Bohol, Siquijor, Camiguin Sur, Dinagat, Nipa, Siargao, Bucas Grande, E Mindanao, Talicud, Pujada, Balut); juga di Kep. Maratua, Kalimantan Timur.
  • juliae (Tweeddale, 1877) – Kep. Mindanao & Sulu (Malanipa, Malamaui, Basilan, Tonquil, Jolo, Siasi, Tawi-Tawi, Sanga Sanga, Bongao, Simunul, Sibutu), di Filipina Selatan.

Catatan: Mengikuti Rasmussen & Anderton (2005), Burung-madu pengantin dipisah lebih lanjut menjadi Leptocoma sperata (Purple-throated Sunbird)  dan L. brasilliana (Van Hasselt’s Sunbird). Ras endemik Filipina (henkei, sperata & juliae) masuk dalam spesies L. sperata, sedangkan 6 ras sisanya masuk dalam L. brasilliana.

Kebiasaan :
Lebih menyukai pinggir hutan, tempat terbuka dan habitat pinggiran lain, termasuk perkebunan karet. Kadang-kadang terlihat di hutan dataran rendah, hutan pantai, dan hutan mangrove sampai ketinggian 200 m. Biasanya hidup sendirian atau berpasangan.
Memakan biji-biji kecil, nektar, buah-buahan, serangga, laba-laba
Telur 2 butir berwarna coklat yang diletakkan pada sarang berbentuk kantung menggantung terbuat dari akar dan serat diikat pada sarang laba-laba, tidak jauh dari permukaan tanah. Berbiak dalam bulan Januari dan Maret-Mei.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images

Burung-madu Kelapa

November 20, 2011

Burung-madu Kelapa jantan, P. Trisik, Yogyakarta © Adhy Maruly

Brown-throated Sunbirds
Anthreptes malacensis (Scopoli, 1786)

Deskripsi
Berukuran sedang (13 cm), berwarna-warni. Jantan: mahkota dan punggung hijau bersinar; tunggir, penutup sayap, ekor, dan setrip kumis ungu bersinar; pipi, dagu, dan tenggirokan coklat tua buram, bagian lain pada tubuh bagian bawah kuning. Betina: tubuh bagian atas hijau-zaitun, tubuh bagian bawah kuning muda.
Iris merah, paruh hitam, kaki hitam abu-abu.

Suara
Kerikan bernada tinggi: “kelicap, twiit-twiit-twiit” atau lagu sederhana “wi-ciuw, wi-chiuw …” yang diulangi terus-menerus.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=20486&simple=0

Penyebaran dan Ras
Asia tenggara, Filipina, Semenanjung Malaysia, Sunda Besar dan Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
Secara global terdiri atas 16 sub-spesies, dengan daerah persebaran:

  • malacensis (Scopoli, 1786) -Myanmar, Thailand, Indochina, Semenanjung Malaysia dan pulau di sekitarnya, Sumatra, Sarawak, Kalimantan, P. Karimata , Jawa (termasuk Madura) dan Bali.
  • anambae Oberholser, 1917 – Kep. Anamba (Semenanjung Malaysia).
  • erixanthus Oberholser, 1932 – Kep. Natuna.
  • bornensis Riley, 1920 – Sabah & Brunei.
  • paraguae Riley, 1920 – Calamian Group (Calauit, Culion), Palawan & Balabac, di Kep. Filipina Barat.
  • cagayanensis Mearns, 1905 – Cagayan Sulu (selatan P. Palawan).
  • chlorigaster Sharpe, 1877 – Philippines bagian tengah (Lubang, Tablas, Sibuyan, Masbate, Panay, Negros, Cebu, mungkin juga di Romblon & Ticao).
  • heliolusius Oberholser, 1923 – Basilan & Mindanao (termasuk Talicud), Filipina.
  • wiglesworthi E. J. O. Hartert, 1902 – Kep. Sulu (Basbas, Jolo, Tawi-tawi, Sanga-Sanga, Bongao, Simunul, mungkin juga di Pangamian).
  • iris Parkes, 1971 – Kep. Sulu (Tumindao, Sibutu, mungkin juga di Sitanki), Filipina.
  • mjobergi Bangs & Peters, 1927 – P. Maratua I, Kalimantan Timur
  • heliocalus Oberholser, 1923 – Sangihe & Siau, Sulawesi Utara.
  • celebensis Shelley, 1878 – Sulawesi, termasuk: Mantehage, Manadotua, Manterawu, Talisei, Bangka, Togian, Labuan Belanda, Kabaena, Muna and Butung.
  • extremus Mees, 1966 – Kep. Banggai & Sula.
  • convergens Rensch, 1929 – Sunda Kecil (Sumbawa, Komodo, Padar, Flores, Adonara, Satonda, Lomblen, Pantar, Alor).
  • rubrigena Rensch, 1931 – Sumba .

Burung-madu Kelapa betina, Kampus UI, Depok © Dimar Adhi Perdana

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Burung dataran rendah yang tersebar luas dan umum sampai ketinggian 1.200 m. Umumnya sama dengan Burung-madu Sriganti, penetap yang dikenal baik di pekarangan terbuka, perkebunan kelapa, semak pantai, dan hutan mangrove. Bersifat teritorial secara agresif, mengusir burung-madu lain dari pohon sumber makanan yang disukainya, seperti Loranthus, Musa, dan Hybiscus.
Memakan nektar bunga yang berbentuk terompet pada benalu, pisang, kenbang sepatu. Juga memakan serangga, ulat, laba-laba, dan buah yang lembut.
Sarang menggantung, berbentuk kantung terbuat dari serat rumput yang dijalin dengan sarang laba-laba dan dilapisi dengan kapas rumput. Berbiak sepanjang tahun

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images