Skip to content

Burung-madu Leher-merah

November 23, 2011

Red-throated Sunbirds
Anthreptes rhodolaemus (Shelley, 1878)

Burung-madu Leher-merah, Kalteng © Indrayana

Deskripsi
Berukuran sedang (12 cm. Jantan : memiliki mahkota dan punggung hijau metalik mengkilap, Dagu dan penutup sayap atas merah marun, tenggorokan merah lembut, perut kuning zaitun. Betina : punggung berwarna hijau zaitun, tenggorokan keputih-putihan, perut kuning pucat, dengan lingkar mata kecil kekuningan.
Iris merah, paruh hitan, dan kaki zaitun.

Suara
Kerikan khas dan getaran metalik.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=67602&simple=0

Penyebaran dan Ras
Palawan, Semenanjung Malaysia, Sumatra dan Kalimantan.

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Menghuni hutan tropis dan dataran rendah sampai ketinggian 500m. Hidup di antara semak dan pohon-pohon kecil pada hutan primer dan sekunder, sesekali mendatangi rumpun anggrek.

Status
Daftar merah IUCN : Hampir Terancam (NT)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images

Burung-madu Hitam

November 23, 2011

Burung-madu Hitam jantan, P. Buton, Sulawesi Tenggara © Tom Martin

Black Sunbirds
Leptocoma sericea (Lesson, 1827), Sinonim: Nectarinia aspasia

Deskripsi
Berukuran kecil (11 cm). Jantan: mungil, berwarna hitam, dengan kilauan warni-warni biru dan ungu. Paruh ramping melengkung ke bawah. Betina : kepala abu-abu, tenggorokan lebih pucat, punggung dan sayap zaitun, perut kuning pucat.

Suara
Mendesis bernada tinggi, lemah; juga rangkaian nada-nada tinggi yang identik, bersambungan cepat disertai dengan getaran lambat nada yang lebih rendah; dan rangkaian nada yang naik turun cepat antara dua nada. Beberapa suaranya mirip dengan Isap-madu kalung-coklat, lainnya mirip Cabai Papua.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=68823&simple=0

Penyebaran dan Ras
Tersebar di kepulauan-kepulauan kecil dari Sulawesi, Maluku, Papua sampai Bismarck.
Secara global terdiri atas 23 sub-spesies, dengan daerah persebaran:

  • grayi (Wallace, 1865) – Sulawesi Utara, termasuk Manadotua, Bangka dan Lembeh.
  • porphyrolaema (Wallace, 1865) – Sulawesi (kecuali Sulawesi Utara), termasuk Togian, Muna, Butung and Labuan Belanda.
  • sangirensis (A. B. Meyer, 1874) – Kep. Sangihe, Siau dan Ruang (Sulawesi Utara).
  • talautensis (A. B. Meyer & Wiglesworth, 1894) – Kep. Talauds (Sulawesi).
  • auriceps (G. R. Gray, 1861) – Tifore, Morotai, Halmahera, Ternate, Mare, Makian, Bacan, Obi, Damar, Muor and, Gebe; juga di Kep. Banggai dan Sula (Sulawesi).
  • auricapilla (Mees, 1965) – P. Kayoa (Halmahera).
  • cochrani (Stresemann & Paludan, 1932) – Papua Barat (Waigeo, Misool).
  • mariae (Ripley, 1959) – P. Kofiau (utara P. Misool).
  • proserpina (Wallace, 1863) – P. Buru.
  • aspasioides (G. R. Gray, 1861) – Seram, Ambon, Nusa Laut, Kep. Watubela dan Kep. Aru.
  • chlorolaema (Salvadori, 1874) – Kep. Kai.
  • sericea (Lesson, 1827) – Pepua (termasuk Manam, Karkar, Adi, Gag), kecuali Papua bagian tenggara.
  • maforensis (A. B. Meyer, 1874) – P. Numfor (Teluk Cendrawasih).
  • mysorensis (A. B. Meyer, 1874) – P. Biak(Teluk Cendrawasih) dan Kep. Schouten.
  • nigriscapularis (Salvadori, 1876) – Meos Num dan P. Rani (Teluk Cendrawasih).
  • salvadorii (Shelley, 1877) – P. Yapen (Teluk Cendrawasih).
  • veronica (Mees, 1965) – P. Liki, Papua Barat.
  • cornelia (Salvadori, 1878) – P. Tarawai, Papua.
  • corinna (Salvadori, 1878) – Kep. Bismarck (kecuali Kep. Feni).
  • eichhorni (Rothschild & E. J. O. Hartert, 1926) – P. Feni, timur Kep. New Ireland.
  • caeruleogula (Mees, 1965) – P. Umboi dan New Britain.
  • vicina (Mayr, 1936) – Papua bagian tenggara.
  • christianae (Tristram, 1889) – Kep. Trobriand, Kep. D’Entrecasteaux, Marshall Bennett Group, P. Woodlark dan Kep. Louisiade, Papua bagian tenggara.

Burung-madu Hitam, TN Rawa Aopa Watumohai, Sulawesi Tenggara © Karyadi Baskoro

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Menghuni kanopi hutan dataran rendah , tepi hutan, kebun dan hutan mangrove, sampai ketinggian 1200 m, tetapi tidak ditemui pada bagian dalam hutan yang teduh. Aktif mencari makan di tempat terbuka, biasanya di lapisan vegetasi bagian luar, mengambil artropoda dari dedaunan; juga makan bunga-bungaan.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images

Burung-madu Sepah-raja

November 23, 2011

Burung-madu Sepah-raja, Kotawaringin Timur, Kalteng © Surya Purnama

Crimson Sunbirds
Aethopyga siparaja (Raffles, 1822)
Sri gantil (Jawa), Madu merah (Sunda), Siparaya (Melayu), Sipa-raja(Sumatera), Kios rae (Sulawesi), Saluilaru (Nias)

Deskripsi
Berukuran sedang (13cm), jantan berwarna merah terang. Sangat mirip dengan Burung-madu ekor-merah kecuali pada dahi yang berwarna ungu, ekor yang lebih pendek, dan perut yang lebih gelap. Betina: berwarna hijau zaitun gelap.
Iris gelap, paruh kehitam-hitaman, dan kaki kebiru-biruan.

Suara
“seeseep-seeseep” yang lembut.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=89303&simple=0

Penyebaran dan Ras
India, Cina selatan, Asia Tenggara, Filipina, Sulawesi, Semenanjung Malaysia, dan Sunda Besar.
Secara global terdiri atas 15 sub-spesies, dengan daerah persebaran:

  • seheriae (Tickell, 1833) – Kaki Pegunungan Himalaya di India dari Himachal Pradesh sampai Sikkim dan Bhutan, Bengal Barat, Bihar, Madhya Pradesh dan Orissa, Bangladesh Barat.
  • labecula (Horsfield, 1840) – Bhutan, India (Bengal, Assam, Arunachal Pradesh, Meghalaya, Nagaland, Manipur) dan Bangladesh, Myanmar, China Selatan (Yunnan), Laos dan Vietnam.
  • cara Hume, 1874 – Myanmar Selatan dan Thailand.
  • nicobarica Hume, 1873 – Kep. Nicobar Selatan (Great dan Little Nicobar, P. Kondal, P. Meroe).
  • tonkinensis E. J. O. Hartert, 1917 – NE Vietnam and S China (SE Yunnan E to W Guangdong).
  • owstoni Rothschild, 1910 – P. Naozhou (Guangdong), di China Selatan.
  • mangini Delacour & Jabouille, 1924 – Thailand Tenggara dan Indochina.
  • insularis Delacour & Jabouille, 1928 – P. Phu Quoc, selatan Kamboja.
  • trangensis Meyer de Schauensee, 1946 – Thailand Selatan dan Semenanjung Malaysia bagian utara.
  • siparaja (Raffles, 1822) – Semenanjung Malaysia (selatan Narathiwat), Kep. Anamba (timur semenanjung Malaysia), Sumatra (kecuali Aceh) dan pulau sekitarnya, Kalimantan (kecuali Natuna).
  • natunae Chasen, 1935 – Kep. Natuna.
  • heliogona Oberholser, 1923 – Jawa.
  • magnifica Sharpe, 1876 – Filipina (Marinduque, Tablas, Sibuyan, Panay, Negros, Cebu).
  • flavostriata (Wallace, 1865) – Sulawesi Utara.
  • beccarii Salvadori, 1875 – Sulawesi (Selatan, Tengah, Tenggara), Kabaena, Muna and Butung.

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Penetap yang umum di dataran rendah sampai ketinggian 900 m di Sumatra dan sampai ketinggian 1300 di Kalimantan (termasuk pulau-pulai kecilnya). Jarang dijumpai dan menjadi penghuni tetap dataran rendah di Jawa. Biasanya terlihat sendirian atau berpasangan, mengunjungi pohon dadap atau pohon berbunga lain yang mirip di tepi hutan atau perkebunan. Memakan nektar bunga dan bermacam-macam serangga
Berbiak hampir sepanjang tahun. Desember-Juli dan September. Telur 2 butir merah jambu berbintik-bintik yang diletakkan dalam sarang menggantung tidak jauh dari permukaan tanah, di tepi hutan atau belukar sekunder.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images

Burung-madu Rimba

November 22, 2011

Burung-madu Rimba © Semanoor

Purple-naped Sunbirds
Hypogramma hypogrammicum (S. Müller, 1843)

Deskripsi
Berukuran besar (15cm). Burung madu dengan tubuh bagian bawah sampai tenggorokannya bergaris-garis kuning yang menonjol. Jantan: belakang leher, punggung, dan penutup sayap ungu metalik.
Iris merah atau coklat, paruh hitam, dan kaki coklat atau zaitun.

Suara
“syiuwp” tunggal yang melengking.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=34520&simple=0

Penyebaran dan Ras
Cina barat-daya, Asia Tenggara, Semenanjung Malaysia, Sumatra dan Kalimantan.
Secara global terdiri atas 5 sub-spesies, dengan daerah persebaran:

  • lisettae (Delacour, 1926) – Myanmar Utara, China Selatan (Yunnan), Thailand Utara dan Indochina.
  • nuchale (Blyth, 1843) – Myanmar Selatan, Thailand Selatan dan Semenanjung Malaysia.
  • mariae (Deignan, 1943) – Indochina Selatan, termasuk Kamboja Timur.
  • natunense (Chasen, 1935) – Kep. Natuna Utara.
  • hypogrammicum (S. Müller, 1843) – Sumatra dan Kalimantan.

Tempat Hidup dan Kebiasaan :
Penetap yang umum pada hutan dataran rendah samai ketinggian 1000 n dpl di Sumatra dan Kalimantan (termasuk Natuna). Menyukai pohon-pohon kecil dan hutan sekunder, hutan rawa dan semak belukar. Sering terlihat memutar atau menaik-turunkan ekornya dengan cepat.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Belum tersedia foto burung di alam dalam wilayah Indonesia.
Oriental Bird Images

Pijantung Kampung

November 22, 2011

Thick-billed Spiderhunter
Arachnothera crassirostris (Reichenbach, 1853)

Pijantung Kampung © Karen Phillipps

Deskripsi
Berukuran agak kecil (16 cm), tubuh bagian atas berwarna hijau zaitun. Tenggorokan abu-abu-kehijauan berpendar menjadi kuning sampai tubuh bagian bawah. Dibandingkan Pijantung Kecil: paruh lebih pendek dan tebal, tenggorokan lebih abu-abu, alis mata lebih pucat, dan garis mata lebih gelap
Iris coklat, paruh kehitam, dan kaki kehitaman.

Suara
Keras, sengau “ciit chiit”, juga berbunyi berderik-derik menciut.
Belum tersedia rekaman suara yang diambil di dalam wilayah Indonesia.

Penyebaran dan Ras
Semenanjung Malaysia, Sumatra dan Kalimantan.

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Burung yang tidak umum dan penghuni tempat hutan dataran rendah Sumatra dan Kalimantan. Tercatat sampai ketinggian 1300 m di Sumatra. Mirip dengan burung pijantung lain. Menyukai rumpun nanas dan jahe liar yang rapat di hutan tropis dan hutan sekunder.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Belum tersedia foto burung di alam dalam kawasan Indonesia
Oriental Bird Images

Pijantung Besar

November 22, 2011

Pijantung Besar armata, TN Baluran, Jawa Timur © Swiss Winnasis

Long-billed Spiderhunter
Arachnothera robusta (S. Müller & Schlegel, 1845)

Deskripsi
Berukuran besar (21 cm), dengan paruh tebal berwarna zaitun dan kuning. Tubuh bagian atas zaitun, tubuh bagian bawah kuning. Kerongkongan dan dada bergaris gelap. Ciri khas: berukuran besar, paruh tebal, tidak terdapat bercak di bagian pipi, tidak ada lingkaran mata, dan dagu berwarna putih. Ekor berwarna gelap dengan ujung putih.
Iris coklat, paruh hitam, dan kaki coklat.

Suara
Decit tinggi cit-cit cit-cit pada waktu terbang, atau keras monoton ciu-liut ciu-liut dari pohon tempat bertengger yang tinggi.
Belum tersedia rekaman suara yang diambil di wilayah Indonesia.

Penyebaran dan Ras
Thailand, Malaysia, dan Sunda Besar.
Secara global terdiri atas 2 sub-spesies, dengan daerah persebaran:

  • robusta S. Müller & Schlegel, 1845 – Thailand Selatan, Semenanjung Malaysia, Sumatra dan Kalimantan.
  • armata S. Müller & Schlegel, 1845 – Jawa.

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Burung yang jarang ditemui di hutan perbukitan di Sumatra dan Jawa, biasanya pada ketinggian 400-1400 m. Burung yang langka di hutan dataran rendah Kalimantan. Mirip pijantung yang lain. Burung yang soliter dan agresif mengejar burung pijantung lain keluar dari teretorinya. Hinggap di dahan yang tinggi sambil bernyanyi.
Memakan laba-laba dan serangga, termasuk belalang sembah dan ulat tawon bambu.
Sarang panjang (± 30 cm) berbentuk rongga berserat melekat pada bagian bawah dari lebar daun pisang atau daun yang serupa. Telur 2 butir berwarna putih dengan coretan halus hitam membentuk garis pada bagian telur yang terlebar. Di Jawa tercatat berbiak pada bulan April, Juni, dan Agustus.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Foto Biodiversitas Indonesia
Oriental Bird Images

Pijantung Tasmak

November 22, 2011

Spectacled Spiderhunter
Arachnothera flavigaster (Eyton, 1839)

Pijantung Tasmak © Karen Phillipps

Deskripsi
Berukuran besar (21 cm), berwarna zaitun, penutup telinga dan lingkar mata kuning. Perbedaan dengan Pijantung Telinga-kuning: ukuran lebih besar, paruh lebih pendek, penutup telinga lebih kecil, lingkar mata lebih lebar, garis pada dada dan tenggorokan lebih sedikit.
Iris coklat, paruh hitam, kaki coklat kekuningan.

Suara
Nada tinggi “chit chit”.
http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=67634&simple=0

Penyebaran dan Ras
Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.

Tempat Hidup dan Kebiasaan
Burung yang tidak umum di hutan terbuka Sumatra dan Kalimantan. Juga dapat ditemui di perkebunan kelapa, kebun pedesaan, dan belukar sampai pada ketinggian 1300 m. Di Kalimantan masih dapat ditemui sampai pada ketinggian 1800 m. Secara umum dapat ditemui di hutan sekunder. Sangat agresif dalam mempertahankan teretori mencari makan.

Status
Daftar merah IUCN : Kurang mengkhawatirkan (LC)
Perdagangan Internasional: –
Perlindungan: PP  No. 7/1999

Galeri
Belum tersedia foto burung di alam yang di ambil dalam wilayah Indonesia.
Oriental Bird Images